Rangkuman Utama
  • Jadwal pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) HISWANA MIGAS Sumatera Barat hingga saat ini belum diputuskan secara resmi dan akan segera dibahas melalui rapat pengurus.
  • Ketua DPC HISWANA MIGAS Sumbar, Ridwan Hosen, menyatakan terbuka untuk tetap menggelar Muscab pada September 2026 sesuai rencana awal jika disepakati bersama.
  • Sejumlah anggota mendesak kepastian jadwal dan berharap Muscab diselenggarakan selambat-lambatnya Oktober 2026 guna menghindari padatnya agenda usaha dan organisasi di akhir tahun.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG – Jadwal pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (HISWANA MIGAS) Sumatera Barat hingga saat ini masih belum mendapat kepastian.

Sebelumnya, Muscab HISWANA MIGAS Sumbar diwacanakan berlangsung pada September 2026. Namun hingga pertengahan Agustus, tanggal pelaksanaannya belum ditetapkan secara resmi.

Ketua DPC HISWANA MIGAS Sumbar, Ridwan Hosen, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu pagi (15/8/2026), membenarkan bahwa jadwal Muscab belum diputuskan.

“Berdasarkan kondisi saat ini, jadwal Muscab HISWANA MIGAS Sumbar memang belum diputuskan. Dalam waktu dekat akan kita bahas dan putuskan melalui rapat pengurus,” ujar Ridwan Hosen.

Meski demikian, Ridwan menegaskan dirinya tidak keberatan apabila pengurus dan anggota tetap menginginkan Muscab dilaksanakan pada September 2026, sebagaimana rencana yang pernah disampaikan sebelumnya kepada media.

“Kalau anggota dan pengurus menginginkan tetap dilaksanakan pada September 2026, tentu sebagai Ketua saya setuju. Yang penting keputusan tersebut kita sepakati bersama melalui mekanisme organisasi,” katanya.

Anggota Berharap Jangan Ditunda Lagi

Sementara itu, sejumlah anggota HISWANA MIGAS dari Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Agam berharap Muscab tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang sebelumnya telah disampaikan, yakni pada September 2026 atau paling lambat Oktober 2026.

Dua anggota yang meminta identitasnya tidak disebutkan tersebut menilai kepastian jadwal penting agar anggota dapat mempersiapkan diri dan agenda organisasi tidak semakin mundur.

“Harapan kami Muscab tetap dilaksanakan September sebagaimana rencana awal. Kalaupun ada pertimbangan tertentu, paling lambat Oktober 2026. Jangan sampai ditunda lagi,” ujar salah seorang anggota HISWANA MIGAS dari Pesisir Selatan.

Senada dengan itu, anggota HISWANA MIGAS dari Kabupaten Agam menilai penundaan hingga mendekati akhir tahun justru berpotensi menyulitkan pelaksanaan Muscab.

“Kalau terus ditunda, kita akan berhadapan dengan agenda akhir tahun yang semakin padat dan kompleks. Aktivitas usaha anggota juga biasanya semakin tinggi. Karena itu, September atau paling lambat Oktober menurut kami merupakan waktu yang lebih tepat,” ungkapnya.

Menurut mereka, Muscab bukan semata-mata agenda pergantian kepengurusan, tetapi merupakan forum tertinggi di tingkat cabang untuk melakukan evaluasi sekaligus menentukan arah dan program HISWANA MIGAS Sumbar ke depan.

Muscab kali ini diperkirakan mendapat perhatian besar dari anggota, terutama karena sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kepentingan pengusaha SPBU, agen LPG, SPBE, dan transportir BBM membutuhkan konsolidasi serta penguatan posisi organisasi.

Karena itu, kepastian jadwal Muscab dinilai perlu segera ditetapkan melalui rapat pengurus sehingga tidak menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan anggota.

Kini perhatian anggota tertuju pada rapat Pengurus DPC HISWANA MIGAS Sumbar yang disebut akan digelar dalam waktu dekat. Forum tersebut diharapkan menghasilkan keputusan yang jelas sekaligus menjawab satu pertanyaan yang mulai mengemuka di internal organisasi: apakah Muscab tetap dilaksanakan September 2026, bergeser ke Oktober, atau kembali mengalami penundaan? (*/Marlis )