- Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat menargetkan penyaluran 5 ton bantuan rendang siap saji secara bertahap dalam 15 hari untuk korban bencana di NTT.
- Sebanyak 700 kilogram rendang tahap pertama telah selesai diolah dan siap dikirimkan ke lokasi bencana melalui fasilitas penerbangan pesawat TNI Angkatan Udara.
- Aksi kemanusiaan kolaboratif lintas elemen masyarakat Minang ini memilih rendang kemasan skala keluarga karena praktis, tahan lama, bergizi, dan dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak ulang.
PADANG, NUSATIME— Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat menggalang aksi kemanusiaan dengan menyiapkan 5 ton bantuan rendang siap saji bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran logistik ini akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu 15 hari ke depan.
Sebagai langkah awal, sebanyak 700 kilogram rendang telah selesai diolah dan siap diberangkatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga di daerah terdampak.
Ketua LKAAM Sumatera Barat, Fauzi Bahar, mengungkapkan bahwa 700 kg rendang tahap pertama tersebut rencananya dititipkan melalui penerbangan pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) agar bantuan bisa sampai dengan cepat di lokasi bencana.
“Kami menyiapkan total 5 ton rendang yang dikirim secara bertahap. Hari ini, sekitar 700 kilogram sudah selesai dimasak dan siap dikirim sebagai bantuan tahap awal,” ujar Fauzi Bahar di Kantor LKAAM Sumbar, Senin (17/8/2026).
Rendang dipilih sebagai komoditas utama bantuan karena sifatnya yang tahan lama, bergizi tinggi, serta praktis. Untuk memudahkan pembagian di lapangan, rendang dikemas dalam paket skala keluarga sehingga warga terdampak dapat langsung mengonsumsinya tanpa perlu mengolah kembali di tengah keterbatasan fasilitas dapur umum.

Fauzi menjelaskan, pengiriman logistik berikutnya ditargetkan berlangsung secara berkala hingga kuota 5 ton terpenuhi.
“Target kami mencapai 5 ton dalam 15 hari. Kemungkinan hari Jumat ini atau minggu depan kita akan kirim lagi sekitar satu ton,” lanjutnya.
Aksi tanggap bencana ini merupakan hasil gotong royong lintas elemen masyarakat Minangkabau. LKAAM Sumbar berkolaborasi dengan Bundo Kanduang, Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (Hipermi), serta Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (GEBU Minang).
Fauzi juga mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat dan warga perantauan Minang di mana pun berada untuk terus bahu-membahu mengirimkan bantuan. Seluruh bantuan rendang siap saji dari masyarakat akan dihimpun di Kantor LKAAM Sumbar sebelum didistribusikan secara resmi ke NTT. (sal)



Tinggalkan Balasan