PADANG, NUSATIME — Dua dari 36 match commissioner Piala Soeratin Sumatera Barat 2026, M. Arif Fadillah dan Rusydil Fikri, menyatakan kesiapannya dalam mengawal jalannya kompetisi. Berdasarkan regulasi PSSI, keduanya mengemban peran vital dalam memastikan seluruh proses pertandingan, mulai dari inspeksi H-2, kedisiplinan di area bench, hingga keamanan pasca-laga berjalan ketat sesuai dengan Laws of the Game.

Berikut wawancara nusatime.id dengan M. Arif Fadillah dan Rusydil Fikri atas kesiapannya menjadi match commissioner Piala Soeratin Sumbar 2026.

Nusatimea.id, “Halo Arif, Rusydil. Dari 36 match commissioner yang disiapkan untuk Piala Soeratin Sumbar tahun ini, nama Anda berdua menjadi bagian di dalamnya. Seberapa siap Anda berdua menjalankan amanah pengawasan pertandingan ini, dan bagaimana sebenarnya alur penugasan seorang match commissioner?”

M. Arif Fadillah, “Tentu kami sangat siap menjalankan amanah ini secara profesional. Mengenai penugasan, seorang match commissioner akan ditunjuk langsung oleh operator Piala Soeratin berdasarkan daftar resmi yang telah dikeluarkan oleh PSSI. Berdasarkan Regulasi Piala Soeratin 2026, tanggung jawab kami mencakup seluruh lini sebelum dan sesudah hari pertandingan demi memastikan semua berjalan sesuai Laws of the Game.”

Nusatime.id, “Jika dalam lapangan ditemukan indikasi tindakan indisipliner, bagaimana mekanisme alur pelaporannya?”

Rusydil Fikri, “Apabila ada indikasi pelanggaran disiplin, kami akan berkoordinasi langsung dengan Komite Disiplin PSSI melalui laporan resmi yang diserahkan. Dari laporan itulah nantinya Komite Disiplin menetapkan kesepakatan sanksi berdasarkan Kode Disiplin PSSI. Selain itu, kami juga terus membangun komunikasi yang baik dengan perangkat pertandingan lain, seperti wasit dan inspektur wasit—serta manajerial klub yang berlaga.”

Nusatime.id, “Tugas match commissioner ternyata sudah dimulai jauh sebelum peluit kick-offdibunyikan. Bisa dijelaskan apa saja langkah konkret yang dilakukan pada H-2?”

M. Arif Fadillah, “Betul. Tugas pertama kami adalah melakukan pemeriksaan ulang (re-check) venue atau stadion dua hari sebelum pertandingan dihelat untuk memastikan segala fasilitas memenuhi standar. Setelah itu, kami berkoordinasi dengan koordinator pertandingan dan inspektur wasit untuk membahas rencana pelaksanaan pertandingan.”

Nusatime.id, “Bagaimana jika dalam inspeksi kondisi lapangan dinilai meragukan atau tidak layak?”

M. Arif Fadillah, “Jika ada keraguan terkait kondisi lapangan—misalnya karena cuaca ekstrem—keputusan akhir akan diambil setelah pertimbangan matang. Kami berhak memutuskan bahwa pertandingan tidak dapat dimulai sesuai jadwal yang ditetapkan.”

Rusydil Fikri, “Tidak hanya masalah lapangan, kami juga mengatur skema perjalanan para pemain, terutama jaminan keamanan selama 24 jam terakhir sebelum laga. Kami juga menghubungi pihak asosiasi untuk sesi pembekalan yang membahas hal-hal logistik: penginapan, jarak dan transportasi tim, hingga aturan teknis perangkat pertandingan.”

Nusatime.id, “Memasuki Hari H, apa saja rundown ketat yang wajib dijalankan seorang match commissioner?”

Rusydil Fikri, “Pada pagi hari sebelum pertandingan, kami menggelar Pre-Match Meeting(PMM). Di momen ini, kondisi lapangan diverifikasi kembali. Kemudian, kami wajib hadir di stadion paling lambat 90 menit sebelum kick-off.”

Nusatime.id, “Waktu 90 menit sebelum kick-off itu terbilang krusial. Apa saja yang disisir dalam rentang waktu tersebut?”

M. Arif Fadillah, “Sangat krusial. Kami harus mengecek fungsi seluruh fasilitas: panel pitch, papan sponsor, sistem pengeras suara, papan skor, lampu sorot, kesiapan tim P3K dan ambulans, fasilitas media, spanduk, bendera, hingga kualitas bola pertandingan. Keamanan di pintu masuk dan kesiapan personil Kepolisian juga tidak boleh luput dari pemeriksaan.”

Nusatime.id “Bagaimana dengan penyerahan dokumen pemain dari pihak klub?”

Rusydil Fikri, “Pihak klub wajib menyerahkan Daftar Pemilihan Pemain (DPP) selambat-lambatnya 90 menit sebelum kick-off. DPP ini harus ditandatangani langsung oleh Manajer dan Pelatih Kepala. Kami memeriksa keabsahan informasi pemain, status kelayakan main, nomor punggung, hingga komposisi maksimal 7 orang ofisial di bench.”

M. Arif Fadillah, “Untuk wasit, kami mengimbau dan memanggil mereka ke ruang ganti 20 menit sebelum kick-off. Apabila ada tamu kehormatan (VIP/VVIP), protokoler foto bersama dan doa bersama akan diselaraskan lebih awal sebelum wasit masuk ke lapangan.”

Nusatime.id, “Saat laga berlangsung, hal-hal teknis apa yang menjadi fokus perhatian Anda di area bench dan pinggir lapangan?”

Rusydil Fikri, “Sebelum laga dimulai, sekitar 65 menit sebelum kick-off, kami mengunjungi ruang ganti bersama wasit untuk memeriksa perlengkapan pemain sebelum mereka pemanasan. Di area bench, aturan sangat ketat: hanya pemain cadangan dan maksimal 7 ofisial yang berhak duduk di sana.”

M Arif Fadillah, “Untuk pemanasan (warming up), pemain cadangan dilarang pemanasan secara bersamaan dan tidak boleh menggunakan bola, kecuali untuk penjaga gawang. Lokasinya pun harus di area yang sudah kami tentukan sebelumnya.”

Nusatime.id, “Bagaimana dengan dinamika di technical area pelatih dan ketersediaan tim medis?”

M Arif Fadillah, “Selama 90 menit pertandingan, hanya Pelatih Kepala yang diizinkan berdiri memberikan instruksi taktis—itu pun hanya satu orang secara bergantian, lalu wajib kembali duduk. Mengenai medis, kami memastikan dokter tim atau fisioterapis siap di pinggir lapangan. Pemain cedera tidak boleh dirawat di dalam lapangan kecuali penjaga gawang, atau atas diskresi khusus wasit berdasarkan tingkat keparahan cedera.”

Nusatime.id, “Di mana posisi duduk ideal match commissioner selama memimpin pertandingan?”

Rusydil Fikri, “Posisi utama kami berada di VIP Box. Tempat ini memberikan sudut pandang menyeluruh (overall view) terbaik untuk menilai performa perangkat, pemain, hingga situasi penonton. Namun, jika ada seremoni kick-off, kami akan mendampingi tamu kehormatan terlebih dahulu sebelum kembali ke posisi pantau.”

Nusatime.id, “Setelah peluit panjang berbunyi, apakah tugas match commissioner langsung selesai?”

M.Arif Fadillah, “Belum. Setelah seluruh pemain dan ofisial meninggalkan lapangan, kami bergabung dengan wasit dan inspektur wasit di ruang ganti. Kami juga membantu menjembatani rekan-rekan media dalam pelaksanaan post-match press conference atau wawancara pasca-laga.”

Nusatime.id, “Pertanyaan terakhir, adakah etika khusus terkait momen kepulangan match commissioner dari stadion?”

Rusydil Fikri, “Ada etika penting yang wajib dipatuhi, Match commissioner baru diperbolehkan meninggalkan stadion setelah kedua tim benar-benar meninggalkan area stadion terlebih dahulu. Prinsip ini kami pegang teguh demi mengantisipasi dan mencegah terjadinya insiden keamanan yang tidak diinginkan pasca-pertandingan.”

Nusatime.id, “Terima kasih banyak atas waktunya Bang Arif dan Bang Rusydil. Semoga penugasan di Piala Soeratin Sumbar 2026 berjalan lancar dan sukses!”

M. Arif Fadillah dan Rusydil Fikri, “Sama-sama, terima kasih kembali!”