PADANG, NUSATIME — Lini serang Semen Padang FC dipastikan kian bertenaga jelang mengarungi kompetisi. Penyerang muda berbakat Timnas Indonesia U-20, Mierza Firjatulah, resmi mengikat kontrak dan bergabung dengan tim berjuluk Kabau Sirah.
Kepastian bergabungnya Mierza diumumkan secara resmi oleh manajemen melalui akun Instagram resmi klub, @semenpadangfc.id, pada Jumat (21/8/2026). Dalam unggahan tersebut, Mierza mengabadikan momen penandatanganan kontrak berdampingan dengan penyerang naturalisasi, Stefano Lilipaly.
Manajemen menyematkan pesan bermakna mendalam pada keterangan foto tersebut: “Dua era, satu misi. Selamat datang di keluarga.”
Kehadiran Mierza Firjatulah di atas kertas membuat kedalaman skuad Semen Padang FC kian menjanjikan. Komposisi tim yang makin solid ini langsung memicu gelombang tanggapan dari para pendukung setia Kabau Sirah di media sosial.
Sebagian netizen menilai materi pemain saat ini menjadi ujian sekaligus tekanan besar bagi pelatih kepala Nil Maizar untuk membawa klub kembali menembus kasta tertinggi, Liga 1.

Akun @zulfachri_marjoga menuliskan analisanya di kolom komentar.
“Ini akan menjadi tantangan terbesar bagi Coach Nil Maizar untuk bisa meracik tim yang baik. Apalagi dengan skuad yang bisa dikatakan mewah, tidak ada alasan untuk tidak bisa kembali ke Liga 1. Bahkan ini bisa jadi bumerang untuk tim pelatih kalau gagal lolos.”
Nada satire bernada gurauan juga dilontarkan akun @rizkywahyudii5 menggunakan bahasa Minang.
“Lah mode ko kedalaman tim, ndak juo tembus Liga 1 do? Da Rin selah suruah main musim bisuak lai, pemanasan lai Da,” tulisnya sembari mencolek akun @rin_hermana.
Komentar bernada seloroh itu langsung ditanggapi santai oleh akun @dafanodenandra31: “Hahaha, baok tanang dulu (bawa tenang dulu).”
Di samping sorotan terhadap taktik pelatih dan kedalaman skuad, hadirnya penyerang muda Timnas U-20 ini rupanya memantik perdebatan hangat antar-suporter terkait porsi pemain lokal asli Ranah Minang.
Pengguna akun @dwybush menyuarakan sindirannya di kolom komentar.
“Alah habis talenta Minang, Min? (Sudah habis talenta Minang, Min?).”
Sontak, tanggapan tersebut memicu reaksi berantai dari netizen lain. Akun @ali_ando_dharmas menilai mental pemain lokal sering drop akibat tekanan dan celaan suporter sendiri: “Lah abih kanai cacek jo cariik (Sudah habis terkena celaan dan caci maki).”
Pandangan serupa disampaikan akun @suryapriady: “Habis Da, tu dek mancari ka Jawa juo (Habis Da, makanya mencari sampai ke Jawa juga).”
Aksi saling balas komentar kian memanas saat akun @fir.mansyahaldi menyemprot balik sindiran tersebut.
“Anda sering cimeeh, mako dak adoh nampak lai (Kalian selalu mencemooh, makanya tidak ada lagi talenta yang kelihatan/berani muncul).”
Bergabungnya Mierza Firjatulah jelas menjadi amunisi berharga bagi Semen Padang FC. Kini, beban pembuktian berada di tangan jajaran pelatih untuk memadukan skuad mewah ini demi merealisasikan target promosi ke Liga 1. (sal)



Tinggalkan Balasan