PADANG, NUSATIME— Suara peluit penanda dimulainya laga di Stadion Utama Sumbar dan Semen Padang Training Ground pada Sabtu (22/8/2026) pagi bukan sekadar menandai awal pertandingan sepak bola. Bagi ratusan pesepak bola muda di Sumatera Barat, tiupan peluit itu adalah awal dari mimpi panjang menuju panggung sepak bola nasional melalui Piala Soeratin 2026 Zona PSSI Sumbar.
Di bawah terik matahari dan rumput hijau arena pertandingan, keringat serta kerja keras ribuan jam latihan di sekolah sepak bola (SSB) masing-masing mulai diuji. Kompetisi tahunan bergengsi ini kembali hadir sebagai wadah pembinaan berjenjang untuk menyaring bakat-bakat terbaik Ranah Minang di tiga kelompok umur: KU-13, KU-15, dan KU-17.
Ketua Panitia Pelaksana, Renol Fadhli, mengungkapkan bahwa seluruh persiapan matang telah dilakukan demi menyajikan panggung yang layak bagi para calon bintang masa depan ini.
“Sembilan pertandingan di hari pertama ini menjadi penanda resminya kompetisi bergulir. Semua tim datang dengan persiapan maksimal,” ujar Renol.
Untuk menjaga kerapian serta kualitas pertandingan, panitia membagi lokasi laga berdasarkan kelompok usia. Stadion Utama Sumbar di Sikabu Lubuk Alung menjadi arena khusus pertarungan fisik dan taktik kelompok tertua, KU-17.

Laga pembuka langsung menyajikan duel sengit antara PSP melawan Seven FC pada pukul 08.15 WIB. Setelahnya, persaingan berlanjut lewat laga PSLA kontra Ricefield Town (10.15 WIB), Tiku Putra versus Kompak Kp Pisang (13.30 WIB), serta ditutup oleh partai sengit Josal FC meladeni Atha Agam (15.30 WIB).
Di tempat terpisah, Semen Padang Training Ground menjadi panggung murni adu bakat bagi kelompok KU-15 dan KU-13. Kategori KU-15 menyajikan laga Batang Anai lawan Taruna Mandiri (08.15 WIB) serta Cahaya Motor menghadapi Minang Sejagad (10.15 WIB).
Sementara itu, keseruan anak-anak kelompok umur KU-13 dimulai pada siang hari. Ripan’s SS berhadapan dengan Taruna Luki pukul 13.00 WIB, disusul bentrok KLA Dentist melawan Minang Sejagad (14.45 WIB), dan diakhiri laga Excellent kontra Peru Utama (16.30 WIB).
Bagi anak-anak muda ini, Piala Soeratin bukan cuma soal meraih poin atau mengangkat trofi di tingkat provinsi. Setiap drible, umpan, dan gol yang tercipta sepanjang hari ini adalah langkah awal untuk menembus putaran nasional, memikat pemandu bakat, dan meretas jalan menjadi bintang sepak bola Indonesia berikutnya. (sal)



Tinggalkan Balasan