Nusatime.id — Ada orang yang datang karena pekerjaan, tetapi kemudian tinggal dalam ingatan karena persahabatan. Ada pula perjumpaan yang awalnya dibangun dalam hubungan profesional, namun seiring perjalanan waktu berubah menjadi hubungan yang lebih personal, hangat, dan penuh cerita.
Begitulah kisah yang mengiringi kepindahan Irawan Sumardi, atau yang akrab disapa Irsu, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Padang, yang mulai minggu depan akan melanjutkan perjalanan karier dan pengabdiannya di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Perpindahan tugas tentu merupakan sesuatu yang biasa dalam perjalanan seorang profesional. Hari ini berada di satu kota, esok menerima amanah di kota lainnya. Tetapi setiap perpindahan selalu meninggalkan cerita tentang orang-orang yang pernah bekerja bersama, sahabat yang pernah berbagi meja, serta berbagai pengalaman yang tidak mungkin ikut dipindahkan begitu saja.
Bagi Irsu, Padang tampaknya bukan sekadar tempat bekerja. Selama bertugas di Ranah Minang, ia dikenal sebagai seorang bankir sekaligus pemimpin yang terbuka, sederhana, komunikatif, dan hangat dalam membangun hubungan. Pertemanan yang terbangun pun tidak berhenti ketika urusan pekerjaan selesai. Karena itu, kabar kepindahannya ke Tasikmalaya menghadirkan suasana tersendiri bagi orang-orang yang selama ini dekat dan berinteraksi dengannya.
Secangkir Kopi untuk Sebuah Perpisahan

Suasana itu terasa pada Rabu sore (26/8/2026). Tidak ada ruangan besar, tidak ada panggung ataupun seremoni resmi. Di sebuah coffee shop di Kota Padang, perpisahan justru dirayakan dalam suasana sederhana dan penuh keakraban. Hadir Drs. H. Marlis, MM, C.Med, CEO ALINIA GROUP, bersama Olive, Arif, dan Sarah Valentina dari Tim Bank Mandiri Taspen Padang.
Di antara aroma kopi dan percakapan santai, mengalir berbagai cerita tentang kebersamaan selama Irsu berada di Padang. Ada canda, kenangan, pengalaman pekerjaan, hingga harapan untuk perjalanan yang akan datang. Sederhana memang. Namun terkadang sebuah perpisahan tidak membutuhkan acara besar untuk menjadi berkesan.
Justru secangkir kopi, beberapa kursi yang mempertemukan sahabat, serta percakapan tanpa sekat dapat menjadi cara paling tulus untuk mengatakan, terima kasih sudah pernah menjadi bagian dari perjalanan kami.
Bagi Olive, Arif, dan Sarah Valentina sebagai bagian dari Tim Bank Mandiri Taspen Padang, kepindahan seorang pimpinan tentu menghadirkan perubahan. Ada kebiasaan kerja, komunikasi, dinamika, dan kebersamaan yang selama ini dibangun dan kini akan menjadi kenangan. Namun sebuah tim yang baik tidak hanya meninggalkan catatan tentang target dan pencapaian. Ia juga meninggalkan cerita tentang manusia di balik pekerjaan itu sendiri.

“Persahabatan Jangan Ikut Dimutasi”
Marlis melihat kepindahan Irsu bukan sebagai sebuah perpisahan dalam arti sesungguhnya. Menurutnya, perpindahan tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang profesional untuk terus berkembang dan menerima tantangan baru.
“Selamat kepada sahabat saya, Irawan Sumardi, atas penugasan barunya di Tasikmalaya. Setiap amanah tentu membawa tantangan baru. Tetapi dari setiap tempat yang kita singgahi, kita tidak hanya membawa pengalaman pekerjaan. Kita juga membawa sahabat, keluarga baru, dan kenangan,” ujar Marlis.
Menurut CEO ALINIA GROUP tersebut, salah satu nilai yang akan selalu dikenang dari perjalanan seseorang bukan semata-mata seberapa tinggi jabatan yang pernah didudukinya, tetapi bagaimana ia memperlakukan orang lain ketika masih memegang jabatan tersebut. Bagi Marlis, Irsu telah meninggalkan jejak melalui komunikasi, kepedulian, dan persahabatan yang dibangunnya selama berada di Padang.
“Dalam hidup ini, jabatan ada masanya dan pekerjaan ada batas waktunya. Tetapi hubungan antarmanusia bisa jauh lebih panjang. Karena itu, bagi saya nilai sebuah pertemanan justru terlihat ketika urusan pekerjaan sudah tidak lagi menjadi penghubung,” katanya.
Pertemuan sederhana sore itu pun menjadi simbol bahwa hubungan yang telah terbangun tidak harus berakhir hanya karena alamat kantor berubah.
“Untuk merayakan persahabatan tidak harus ada acara besar. Sore ini kami cukup duduk bersama, minum kopi, bercanda, dan bercerita. Kadang-kadang secangkir kopi dan obrolan dari hati justru jauh lebih bermakna daripada sebuah seremoni,” ungkap Marlis.
Ia kemudian menitipkan sebuah kalimat sederhana kepada sahabatnya tersebut.
“Jabatan dan kota boleh berganti, tetapi persahabatan jangan ikut dimutasi. Hari ini Irsu meninggalkan Padang untuk sebuah amanah baru, tetapi kami berharap silaturahmi tetap sama. Semoga semakin sukses, sehat, dan amanah di Tasikmalaya,” tambahnya.
Padang Akan Menjadi Bagian dari Cerita
Minggu depan, perjalanan baru itu dimulai. Tasikmalaya menjadi halaman berikutnya, sementara Padang perlahan berubah menjadi kumpulan cerita yang akan dikenang: tentang pekerjaan yang pernah dijalankan, target yang pernah diperjuangkan, tim yang pernah berjalan bersama, orang-orang yang ditemui, hingga meja-meja kopi tempat persahabatan tumbuh tanpa direncanakan.
Barangkali itulah sisi lain dari sebuah perjalanan karier. Kita datang ke suatu tempat membawa koper dan tanggung jawab. Namun ketika waktunya pergi, yang paling berat dibawa justru bukan barang-barang, melainkan kenangan.
Dari Ranah Minang menuju Tanah Pasundan, Irsu akan membawa amanah baru dan menghadapi lingkungan yang baru. Tetapi di belakangnya ada sahabat dan rekan kerja yang melepas dengan doa serta harapan terbaik. Dan siapa tahu, suatu hari nanti perjalanan kembali mempertemukan mereka pada meja kopi yang sama. Sebab perpisahan sejatinya bukan tentang siapa yang pergi dan siapa yang tinggal. Perpisahan hanyalah pengingat bahwa pernah ada sebuah masa ketika beberapa orang dipertemukan, bekerja bersama, tertawa bersama, lalu menjadi sahabat.
Selamat bertugas di Tasikmalaya, Irsu
Bawa cerita baik dari Ranah Minang ke Tanah Pasundan. Semoga amanah baru membuka jalan menuju kesuksesan yang lebih besar.
Padang melepas seorang kepala cabang dengan bangga, tetapi tidak pernah kehilangan seorang sahabat. (*/Marlis )



Tinggalkan Balasan