Nusatime.id – Sore ini, obrolan santai sambil ngopi bersama beberapa orang banker di salah satu coffee shop di Kota Padang mendadak berubah menjadi sesi humor yang tidak direncanakan.
Awalnya kami ngobrol ngalor-ngidul soal pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Sampai akhirnya saya bertanya kepada salah seorang banker:
“Kalau selesai kerja kantor, biasanya kegiatannya apa?”
Tanpa berpikir lama, dengan wajah datar dan tanpa gestur khusus, dia menjawab singkat
“GIBRAN.”

Kami langsung terdiam. Saya sempat saling pandang dengan teman-teman yang lain. Dalam pikiran saya cuma satu: Apa hubungannya kegiatan sepulang kantor dengan Wakil Presiden?
Beberapa detik suasana seperti kehilangan sinyal. Karena semakin penasaran, akhirnya saya memberanikan diri bertanya. “Maksudnya GIBRAN apa?”
Sang banker tetap dengan wajah santainya menjawab. “Ya… GIBRAN. Tidak ngapa-ngapain.”
Meja kopi langsung pecah oleh tawa! Oalah… ternyata GIBRAN yang ini bukan Wakil Presiden! Bukan pula sedang bicara politik.
Ini rupanya kosa kata baru untuk menjelaskan sebuah kegiatan yang sebenarnya tidak ada kegiatannya: TIDAK NGAPA-NGAPAIN!
Saya sendiri tidak tahu sejak kapan istilah “GIBRAN” dengan arti seperti ini muncul. Mungkin saya yang kurang gaul, atau jangan-jangan para banker memang punya kamus pergaulan sendiri. Yang pasti, sore ini saya pulang dari coffee shop bukan membawa informasi soal kredit, deposito, ataupun suku bunga.
Saya justru membawa satu kosa kata baru:
GIBRAN = TIDAK NGAPA-NGAPAIN.
Jadi, kalau suatu hari ada yang bertanya:
“Pak, malam ini sibuk apa?”
Tidak perlu menjawab panjang-panjang.
Cukup satu kata:
“GIBRAN!”
Tapi ingat…
AWAS SALAH PAHAM! “GIBRAN” YANG INI BUKAN WAPRES, TAPI BIKIN NGAKAK!
Jangan buru-buru dibawa ke politik. Karena GIBRAN yang ini cuma sedang TIDAK NGAPA-NGAPAIN! (*/Marlis )



Tinggalkan Balasan