Rangkuman Utama
  • Musorkab KONI Kabupaten Agam resmi berakhir secara tertib dan konstitusional sebagai momentum titik balik penyelesaian dinamika internal demi memulihkan kepercayaan publik.
  • Anggota DPRD Sumbar Indra Catri menekankan pentingnya pengurus terpilih untuk merangkul seluruh cabang olahraga dan memperkuat kembali koordinasi strategis dengan Pemkab Agam.
  • Kepengurusan baru KONI Agam dituntut bergerak cepat menyusun struktur organisasi dan memfokuskan program pada persiapan pemusatan latihan atlet menjelang Porprov.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG, NUSATIME— Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Agam resmi berakhir tertib sesuai AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO). Hasil musyawarah ini bukan sekadar formalitas pergantian pucuk pimpinan, melainkan titik balik (turning point) untuk mengakhiri dinamika internal yang sempat mengancam stagnasi pembinaan atlet, sekaligus memulihkan kepercayaan publik dan insan olahraga di Kabupaten Agam.

Tokoh masyarakat Agam sekaligus Anggota DPRD Sumatera Barat, Indra Catri, mengapresiasi suksesnya Musorkab yang dinilai taat asas dan konstitusional. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tuntasnya musyawarah baru merupakan awal dari perjuangan sesungguhnya.

Menurutnya, keretakan hubungan atau perbedaan persepsi antara pengurus KONI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam harus segera dituntaskan, mengingat Pemkab merupakan mitra strategis utama dalam hal regulasi, penyediaan sarana-prasarana, hingga alokasi dana hibah pembinaan.

“Musyawarah telah tuntas, kini kembali lagi fokus ke persiapan atlet menghadapi Porprov. Ketua terpilih segera lakukan koordinasi dengan pihak terkait, terutama Pemkab yang menjadi mitra dalam menjalankan organisasi,” tegas Indra Catri di Padang, Kamis (27/8/2026).

Indra Catri menjabarkan sejumlah langkah strategis yang harus segera dieksekusi oleh ketua dan tim formatur terpilih. Merangkul kembali seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) tanpa membeda-bedakan pandangan politik organisasi pascamusyawarah guna menyatukan visi.

Menyusun struktur kepengurusan baru yang kapabel, responsif, dan diisi oleh figur-figur berkomitmen tinggi terhadap kemajuan olahraga daerah.

Membuka ruang dialog secepatnya dengan Pemkab Agam dan pemangku kepentingan terkait untuk menyelaraskan kebijakan pembinaan.

Menggelar Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) untuk menyusun skala prioritas pembinaan prestasi jangka pendek maupun jangka panjang.

Dengan waktu menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang semakin mendesak, pengurus baru dituntut langsung bergerak cepat.

Seluruh energi organisasi kini harus dialihkan sepenuhnya pada pemusatan latihan (TC), pemenuhan sarana pendukung atlet, serta pemetaan potensi medali dari tiap cabor unggulan demi mengembalikan marwah KONI Agam sebagai wadah pencetak atlet berprestasi. (sal)