Nusatime.id  — Setiap Minggu pagi, Jalan Sudirman hingga Jalan Rasuna Said, Kota Padang, berubah wajah. Ruas jalan yang biasanya dipadati kendaraan bermotor menjadi lautan manusia. Ribuan warga datang untuk berjalan santai, jogging, bersepeda hingga mengikuti senam bersama dalam kegiatan Car Free Day (CFD).

Namun di balik aktivitas olahraga tersebut, ada fenomena ekonomi yang menarik. CFD Padang perlahan berkembang menjadi pasar rakyat mingguan yang mempertemukan ribuan konsumen dengan pedagang, UMKM, pelaku usaha hingga sektor perbankan.

Pemerintah Kota Padang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berjualan di sepanjang sisi kawasan CFD. Hasilnya, setiap Minggu pagi trotoar Jalan Sudirman dan Jalan Rasuna Said berubah menjadi etalase ekonomi yang panjang dan beragam.

Produk yang ditawarkan nyaris lengkap. Mulai dari kue tradisional, jajanan pasar, makanan, minuman, buah-buahan, sayuran, mainan anak hingga berbagai produk UMKM.

Bahkan produk bernilai lebih besar seperti sepeda motor dan mobil ikut dipasarkan. Sejumlah produk dan layanan perbankan juga hadir memanfaatkan besarnya jumlah masyarakat yang berkumpul di kawasan tersebut.

Ribuan Orang, Berapa Besar Uang Berputar?

Dari perspektif ekonomi, jumlah pengunjung menjadi faktor yang sangat menarik.

Bayangkan apabila dalam satu kali CFD terdapat beberapa ribu pengunjung dan sebagian besar melakukan transaksi untuk sarapan, membeli minuman, buah, jajanan atau produk lainnya.

Jika rata-rata transaksi seseorang hanya Rp20.000–Rp50.000 sekalipun, akumulasi transaksi dalam beberapa jam dapat menghasilkan perputaran uang yang cukup signifikan.

Belum termasuk transaksi produk bernilai lebih tinggi seperti kendaraan bermotor, produk perbankan dan berbagai jasa lainnya.

Karena itu, menarik apabila Pemerintah Kota Padang ke depan melakukan pendataan jumlah pedagang, pengunjung serta estimasi transaksi CFD.

Bukan tidak mungkin, setelah dihitung secara akumulatif selama empat hingga lima kali CFD dalam sebulan, nilai perputaran ekonominya mencapai angka yang sangat besar.

Yang lebih penting, sebagian transaksi tersebut langsung menyentuh ekonomi masyarakat kecil.

Pedagang mendapatkan omzet, produsen makanan memperoleh pesanan, petani mendapatkan pasar bagi buah dan sayuran, sementara pelaku UMKM memperoleh kesempatan memperkenalkan produknya kepada ribuan calon konsumen.

CFD akhirnya bukan hanya tempat membakar kalori, tetapi juga tempat menghasilkan transaksi ekonomi.

Olahraga Gratis, Ekonomi Bergerak

Keunggulan lain CFD adalah kemampuannya menghadirkan ruang olahraga yang murah dan inklusif.

Tidak diperlukan biaya keanggotaan ataupun fasilitas mahal. Masyarakat cukup datang dan memanfaatkan ruang publik untuk berjalan kaki, jogging, bersepeda ataupun mengikuti senam bersama. Anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lanjut usia terlihat membaur dalam suasana santai.

Dari perspektif kesehatan masyarakat, aktivitas tersebut mendorong budaya hidup sehat. Sedangkan dari perspektif ekonomi, kerumunan masyarakat menciptakan pasar.

Inilah kombinasi menarik dari CFD Padang: orang datang untuk sehat, tetapi kehadiran mereka sekaligus menghidupkan ekonomi.

Dari Transaksi hingga Solidaritas NTT

CFD Padang juga memperlihatkan bahwa ruang publik dapat melahirkan kepedulian sosial.

Di tengah keramaian masyarakat, terlihat sekelompok remaja asal Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pengumpulan donasi untuk membantu korban bencana gempa di NTT.

Mereka memanfaatkan keramaian CFD untuk mengetuk kepedulian masyarakat Kota Padang.

Pemandangan tersebut memperlihatkan dimensi lain CFD. Tidak hanya olahraga dan ekonomi, tetapi juga menjadi ruang solidaritas kemanusiaan.

Layak Dikembangkan Menjadi Destinasi Ekonomi Mingguan

Dengan jumlah masyarakat yang terus ramai, CFD Padang memiliki peluang dikembangkan menjadi salah satu destinasi olahraga dan ekonomi mingguan Kota Padang.

Pemko Padang dapat memperkuat penataan kawasan, kebersihan, keamanan, parkir, zonasi pedagang serta menyediakan ruang khusus bagi UMKM lokal.

Produk unggulan Kota Padang dan Sumatera Barat juga dapat diberikan ruang lebih besar sehingga CFD sekaligus menjadi etalase produk lokal.

Bahkan sektor perbankan dapat dilibatkan untuk memberikan edukasi keuangan, pembayaran digital dan akses pembiayaan bagi UMKM yang berjualan.

Jika dikelola secara profesional tanpa menghilangkan karakter kerakyatannya, CFD berpotensi menjadi sebuah laboratorium ekonomi rakyat terbuka setiap Minggu pagi.

Yang perlu dijaga adalah agar perkembangan aktivitas perdagangan tidak menghilangkan fungsi utama CFD sebagai ruang olahraga, rekreasi dan ruang publik.

Pada akhirnya, CFD Padang memperlihatkan sebuah konsep ekonomi sederhana tetapi efektif.

Tidak harus membangun pusat perbelanjaan baru untuk menciptakan pusat transaksi. Terkadang cukup menyediakan ruang publik yang nyaman, menghadirkan ribuan masyarakat, memberi kesempatan kepada UMKM untuk berdagang, lalu membiarkan ekonomi rakyat bergerak secara alami.

Setiap Minggu pagi, Jalan Sudirman dan Jalan Rasuna Said membuktikannya.

Ribuan orang berolahraga, ribuan transaksi berpotensi terjadi, UMKM mendapatkan pasar, dan ekonomi Kota Padang ikut bergerak.

CFD Padang: Sehat Warganya, Hidup UMKM-nya, Bergerak Ekonominya. (*/ Marlis – CEO ALINIA GROUP )