PADANG, NUSATIME. ID— Suasana di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat mendadak tegang pada Senin (31/8/2026) siang. Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Garda Pengawal Norma Sumatera Barat bersama Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan (FSPPP) Sumbar mendatangi gedung pemerintahan tersebut untuk menggelar demonstrasi.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.45 WIB ini bermula dari keresahan warga atas beredarnya sebuah rekaman video di media sosial. Video viral tersebut diduga memperlihatkan tindakan amoral yang mengarah pada salah satu pejabat berinisial C di lingkungan Pemprov Sumbar.
Di lokasi kejadian, massa membentangkan spanduk berisi tuntutan agar Pemprov Sumbar bergerak cepat menjaga marwah daerah. Massa mendesak Gubernur Sumbar, Mahyeldi, untuk mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan serta memecat pejabat yang bersangkutan.
“Gubernur Sumbar segera pecat inisial C. Dan, audit kekayaannya! Adili dengan transparan,” seru salah seorang orator dari atas mobil komando yang disambut teriakan setuju dari para peserta aksi.
Selain desakan pemecatan, pengunjuk rasa juga meminta Inspektorat bersama Tim Pemeriksa Ad Hoc Pemprov Sumbar menggelar pemeriksaan secara terbuka dan membeberkan hasilnya kepada publik demi menjaga transparansi.

Situasi di lapangan sempat memanas menjelang tengah hari. Massa melempar sampah berupa sayur kol ke halaman kantor gubernur dan menyulut api pada ban bekas.
Aksi pembakaran ban tersebut direspon cepat oleh petugas yang berupaya memadamkan api, hingga memicu gesekan dan aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan barisan pengaman. Puluhan personel kepolisian bersama anggota Satpol PP Pemprov Sumbar dikerahkan ke lokasi untuk meredam kericuhan dan mengawal jalannya demonstrasi hingga situasi kembali kondusif. (**)



Tinggalkan Balasan