- Taruna Luki U-15 memastikan tiket ke babak kedua sekaligus mengukuhkan posisi sebagai juara Grup E Piala Soeratin Sumbar usai menundukkan PSLA Sicincin U-15 dengan skor telak 4-0 di Stadion Utama Sumbar.
- Keunggulan Taruna Luki dibangun sejak babak pertama melalui rentetan gol cepat yang dicetak oleh Gherald Haziq pada menit ke-5, M. Azam Putra Kalia pada menit ke-19, dan Maulana Rasid menjelang jeda laga.
- Meski PSLA Sicincin gencar melancarkan serangan balasan, kokohnya barisan pertahanan serta tambahan satu gol penutup di babak kedua mengunci kemenangan tanpa balas bagi Taruna Luki.
PADANG, NUSATIME.ID — Atmosfer membara menyelimuti Stadion Utama Sumbar saat Taruna Luki U-15 mengamankan tiket ke babak kedua Piala Soeratin Sumbar. Tampil agresif sejak peluit pertama, Taruna Luki membantai perlawanan sengit PSLA Sicincin U-15 dengan skor telak 4-0 pada laga pamungkas penyisihan Grup E.
Hasil manis ini tak hanya mengunci langkah mereka ke fase gugur, tetapi juga mengukuhkan status Taruna Luki sebagai juara Grup E dengan meraih poin 6 atau sama dengan raihan PS Pasbar, namun Imam Bonjol keunggulan head-to-head.
Memikul misi wajib menang, Taruna Luki langsung mengambil inisiatif serangan dengan peragaan tempo cepat. Laga baru berjalan lima menit, publik Stadion Utama Sumbar langsung bersorak. Berawal dari skema serangan kilat, Gherald Haziq melepaskan tembakan terukur yang gagal dihalau kiper lawan. Skor 1-0 untuk keunggulan cepat Taruna Luki.
Tersentak oleh gol tersebut, PSLA Sicincin—yang juga berambisi merebut poin penuh demi mendampingi PS Pasbar—mencoba keluar dari tekanan. Jual-beli serangan sengit tak terelakkan. Namun, kerapian koordinasi lini belakang Taruna Luki mampu mematahkan setiap alur bola yang dibangun anak-anak Sicincin.
Asyik menyerang, PSLA justru kembali kebobolan di menit ke-19.

Memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan, M. Azam Putra Kalia sukses memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Unggul dua gol membuat kepercayaan diri pemain Taruna Luki kian membumbung. Kombinasi umpan pendek dari kaki ke kaki berjalan begitu cair. Dua menit menjelang turun minum, Maulana Rasid mempertegas dominasi timnya lewat gol cantik yang mengubah papan skor menjadi 3-0 hingga jeda.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan kian memanas. Taruna Luki yang belum puas terus mengurung pertahanan lawan, sementara PSLA berusaha bangkit dengan memperagakan perlawanan keras. Benturan fisik dan perebutan bola di lini tengah berlangsung makin sengit.
Kendati PSLA menunjukkan semangat spartan untuk mengejar ketertinggalan, kematangan taktik Taruna Luki sulit ditandingi. Beberapa menit menjelang laga usai, Taruna Luki kembali menambah penderitaan lawan melalui gol penutup yang mengubah skor menjadi 4-0.
Di sisa waktu pertandingan, PSLA menyerang habis-habisan demi mencetak gol hiburan. Meski berhasil menciptakan beberapa peluang emas, buruknya penyelesaian akhir serta kokohnya tembok pertahanan Taruna Luki membuat skor 4-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. (sal)



Tinggalkan Balasan