Rangkuman Utama
  • Kepengurusan APSSI Sumatera Barat periode sebelumnya sempat vakum dan stagnan, sehingga menghambat pembinaan serta agenda pengembangan pelatih sepak bola lokal.
  • Kondisi tersebut menuai sorotan dan kekecewaan dari kalangan pelatih muda di ranah Minang yang belum merasakan kontribusi nyata organisasi dalam pengembangan kompetensi serta jenjang karier.
  • Pelatih senior Jon Arwandi resmi mengambil alih kepemimpinan APSSI Sumbar sebagai harapan baru untuk merevitalisasi peran organisasi dan meningkatkan mutu kepelatihan daerah.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG, NUSATIME — Keberadaan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) Sumatera Barat kini menjadi sorotan tajam.

Vakumnya kepengurusan APSSI Sumbar pada periode sebelumnya sempat menyisakan celah besar bagi iklim pembinaan sepak bola daerah. Gerak organisasi yang stagnan membuat banyak agenda pengembangan pelatih lokal jalan di tempat.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan dan keprihatinan dari kalangan akar rumput. Roni, seorang pelatih muda Sumbar pemegang lisensi D, secara terbuka mempertanyakan kontribusi nyata organisasi yang seharusnya menjadi garda terdepan pembinaan tersebut.

“Malahan saya juga belum melihat peran APSSI untuk mengembangkan karir bagi pelatih muda di Sumbar. Soalnya sejak memegang lisensi, saya belum melihat program untuk mengembangkan pelatih muda,” ujar Roni.

Padahal, APSSI memiliki peran strategis dan tugas pokok yang vital untuk menyokong ekosistem sepak bola daerah di antaranya, mengayomi serta memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan pelatih lokal. Menyusun program pelatihan berskala berkala guna meningkatkan taraf kualifikasi juru taktik di ranah Minang.

Membuka akses jaringan kepelatihan agar para pelatih muda potensial dapat tersalurkan ke klub-klub lokal maupun nasional.

Kondisi kepengurusan yang memprihatinkan tersebut akhirnya mendorong pelatih senior, Jon Arwandi, untuk mengambil alih tampuk kepemimpinan. Kehadiran sosok Jon Arwandi membawa angin segar sekaligus tumpuan harapan besar, terutama bagi para pelatih muda di Sumatera Barat yang merindukan wadah proaktif demi meningkatkan mutu kepelatihan sepak bola daerah. (sal)