- Semen Padang FC harus puas berbagi satu poin setelah ditahan imbang 1-1 oleh PSIS Semarang dalam lanjutan Pegadaian Championship di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.
- Semen Padang unggul cepat lewat gol Igor Cukovic pada menit ketujuh memanfaatkan umpan silang Stefano Lilipaly, sebelum akhirnya terus ditekan oleh dominasi serangan PSIS.
- Keunggulan Kabau Sirah yang sempat bertahan berkat penyelamatan gemilang kiper Ikram Alqifari akhirnya sirna usai penyerang PSIS, Hari Nur, mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-89.
BEKASI, NUSATIME.ID — Semen Padang FC gagal mengamankan poin penuh dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship. Bertanding di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (20/9/2026) malam, tim berjuluk Kabau Sirah tersebut harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 1-1 oleh PSIS Semarang.
Hasil ini membuat Semen Padang FC tertahan di posisi kelima klasemen sementara dengan torehan 3 poin dari dua pertandingan. Raihan poin ini sejatinya identik dengan koleksi PSIS Semarang, namun Laskar Mahesa Jenar berhak menduduki peringkat yang lebih tinggi berkat keunggulan selisih gol.
Pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi sejak peluit kick-off ditiupkan. Semen Padang yang tampil menekan langsung mengejutkan lini pertahanan PSIS Semarang saat laga baru berjalan tujuh menit.
Berawal dari skema serangan kilat di sisi kanan pertahanan lawan, Stefano Lilipaly melepaskan umpan silang matang dan terukur ke dalam kotak penalti. Igor Cukovic yang berdiri bebas tanpa pengawalan ketat langsung menyambar bola melalui sepakan terarah yang tak mampu dijangkau penjaga gawang PSIS. Gol cepat ini seketika menyulut gemuruh sorak pendukung Kabau Sirah yang memadati tribun stadion.
Tertinggal satu gol membuat PSIS Semarang bereaksi cepat. Skuad Mahesa Jenar langsung menaikkan intensitas serangan dan mengurung lini pertahanan Semen Padang sepanjang sisa babak pertama. Alur bola sepenuhnya berada dalam kendali PSIS, memaksa anak-anak Padang memilih bertahan total dan hanya mengandalkan serangan balik sporadis.

Di tengah gelombang gempuran tanpa henti tersebut, penjaga gawang Semen Padang, Ikram Alqifari, tampil bak pahlawan di bawah mistar. Kiper muda ini menunjukkan ketenangan serta refleks luar biasa dengan menggagalkan sedikitnya tiga peluang emas beruntun milik penyerang PSIS. Salah satu aksi penyelamatan krusialnya terjadi menjelang akhir babak pertama saat ia menepis tembakan jarak dekat yang mengarah tepat ke sudut gawang.
Atmosfer pertandingan kian memanas mendekati jeda, diiringi riuh sorakan penonton setiap kali bola merangsek ke area penalti Semen Padang. Kendati berada di bawah tekanan hebat, barisan belakang Kabau Sirah tampil disiplin menjaga kerapatan formasi hingga peluit turun minum berbunyi. Skor 1-0 untuk keunggulan Semen Padang bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, naskah pertandingan tak banyak berubah. PSIS Semarang yang memburu gol penyama kedudukan semakin bernafsu mengambil alih kendali permainan. Melihat timnya terus dalam posisi tertekan, juru taktik Semen Padang mencoba melakukan penyegaran formasi dengan memasukkan beberapa pemain baru, termasuk legiun asing Batista, untuk memperkuat alur bola di lini tengah sekaligus memberi ancaman lewat serangan balik.
Namun, pergantian strategi tersebut belum mampu memutus dominasi Laskar Mahesa Jenar. PSIS terus mengurung pertahanan Semen Padang dari berbagai sisi. Gelombang serangan bertubi-tubi membuat barisan pertahanan Kabau Sirah bekerja ekstra keras. Sekali lagi, Ikram Alqifari menjadi benteng terakhir yang sangat kokoh. Beberapa kali aksi sigapnya menggagalkan peluang jarak dekat dan tembakan spekulasi pemain PSIS yang hampir saja merobek jala gawangnya.
Laga melaju semakin sengit dan menguras fisik menjelang menit-menit akhir. Petaka bagi Semen Padang akhirnya datang pada menit ke-89. Kelengahan kecil di lini belakang akibat konsentrasi yang menurun setelah digempur sepanjang laga berhasil dimanfaatkan dengan sangat dingin oleh penyerang senior PSIS, Hari Nur. Memanfaatkan ruang kosong di dalam kotak penalti, Hari Nur melepaskan sepakan mendatar yang gagal dihalau Ikram Alqifari. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Tersengat oleh gol balasan di menit kritis, Semen Padang berupaya bangkit dan keluar dari tekanan untuk mencari gol kemenangan. Namun, sisa waktu yang sempit serta rapatnya barisan bertahan PSIS membuat usaha mereka tak membuahkan hasil signifikan. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor imbang 1-1 tetap bertahan, memaksa kedua tim harus rela berbagi satu poin. (**)



Tinggalkan Balasan