Rangkuman Utama
  • Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mendorong Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk memperkuat ekosistem industri otomotif guna mendukung pengembangan sport tourism, sport industry, dan prestasi olahraga nasional.
  • Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen menyelaraskan agenda olahraga dengan pertumbuhan ekonomi nyata, seperti ajang MotoGP yang terbukti memberikan dampak ekonomi hingga Rp4,9 triliun.
  • Penyelenggaraan berbagai ajang internasional diharapkan mampu menstimulus lahirnya pebalap lokal berprestasi sekaligus memperkuat kemandirian bangsa di sektor industri otomotif.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk terus memperkuat ekosistem industri otomotif nasional sebagai bagian dari pengembangan sport tourism, sport industry, dan peningkatan prestasi olahraga Indonesia.

Hal itu disampaikan Erick Thohir saat menghadiri IMI Awards 2025 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IMI ke-120 di The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (1/7) malam.

Menurut Erick, perjalanan panjang IMI menjadi pengalaman berharga yang dapat menjadi referensi bagi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam membangun ekosistem olahraga otomotif yang berkelanjutan.

“120 tahun itu saya rasa Kemenpora harus belajar banyak dengan IMI. Kami di Kemenpora baru saja di tahun kemarin, ketika kita melakukan Indonesia Sports Summits, kita mencoba konsolidasi dengan banyak kementerian salah satunya Kementerian Pariwisata yang sekarang bersinergi untuk mengembangkan sport tourism, sport industry,” katanya.

Erick menjelaskan, pemerintah saat ini terus memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk menjadikan olahraga sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut arahan Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya setiap agenda olahraga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata.

“Bapak Presiden memberikan direktif bahwa saya diminta untuk mulai dari sekarang sampai 2029 apa agenda besar pariwisata dan event olahraga. Tetapi dampak ekonomi harus ada. Jangan government hanya spending, tetapi pertumbuhan ekonomi tidak dirasakan di daerah atau untuk Indonesia. Karena masing-masing negara sekarang ini berlomba-lomba mencari pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Erick, penyelenggaraan ajang balap internasional seperti MotoGP telah membuktikan besarnya kontribusi terhadap perekonomian nasional. Ia menyebut nilai dampak ekonomi MotoGP mencapai sekitar Rp4,9 triliun.

Selain memberikan manfaat ekonomi, penyelenggaraan event internasional juga dinilai mampu melahirkan pebalap-pebalap nasional yang berprestasi.

“Kita lihat yang namanya MotoGP, dampak ekonominya sebesar Rp4,9 triliun. Kita percaya dengan event-event yang berlangsung juga akan menciptakan local hero seperti Doni Tata Pradita, Rafid Topan Sucipto, Veda Ega. Artinya dengan ada event, local hero terjadi stimulus,” tambah Erick.

Ia berharap keseimbangan antara pembinaan prestasi, pengembangan sport tourism, dan sport industry dapat terus terjaga sehingga organisasi olahraga semakin kuat dan profesional.

Di akhir sambutannya, Erick menegaskan dukungannya agar IMI terus berkembang sebagai bagian penting dari industri otomotif nasional yang mampu mendorong kemandirian bangsa.

“Saya dengan sangat terbuka mendorong IMI terus menjadi ekosistem industri otomotif agar terus berjalan membangun industri otomotif secara keseluruhan, apalagi Bapak Presiden sekarang sudah fokus agar kita bisa berdikari sebagai bangsa besar,” pungkasnya.