PASAMAN, NUSATIME.ID — Upaya pencarian terhadap Amri Anto (51), warga Kampung Parit, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, yang terseret arus banjir bandang sejak Jumat (18/9/2026) lalu, masih belum membuahkan hasil. Hingga operasi pencarian hari ketiga resmi dihentikan sementara pada Minggu sore (20/9/2026), keberadaan korban belum ditemukan.

Dalam operasi penyisiran ini, Tim SAR Gabungan yang mengerahkan sebanyak 83 personel—terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, local hero, serta masyarakat setempat—telah membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Tim tersebut menyisir area berfokus pada radius hingga dua kilometer dari titik awal dilaporkannya korban hilang.

Guna memaksimalkan upaya pencarian di tengah tumpukan material sisa banjir, petugas menerjunkan sejumlah peralatan canggih seperti drone thermal dan alat pendeteksi bawah air Aqua Eye. Selain itu, satu unit alat berat jenis ekskavator juga dikerahkan ke lokasi untuk membongkar tumpukan sedimen, kayu, dan material tebal yang diduga mengubur atau menyangkut keberadaan korban.

Pencarian kembali dilanjutkan sejak Senin pagi (21/9/2026) mulai pukul 07.00 WIB dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada di lapangan. Doa dan dukungan masyarakat luas sangat diharapkan bagi keselamatan para petugas yang bertugas serta agar korban dapat segera ditemukan. (**)