Rangkuman Utama
  • Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintah berhasil menghemat anggaran negara lebih dari Rp300 triliun dengan menghentikan praktik penggelembungan harga dalam pengadaan barang dan jasa.
  • Anggaran hasil efisiensi tersebut dialokasikan untuk membiayai program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan 5.000 jembatan hingga Desember 2026.
  • Pemerintah berkomitmen menekan ketidakefisienan ekonomi nasional dan menutup potensi kebocoran anggaran negara yang diperkirakan mencapai 30 persen atau lebih dari Rp1.000 triliun.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengklaim pemerintah berhasil menghemat lebih dari Rp300 triliun dalam beberapa bulan pertama masa pemerintahannya dengan menghentikan kebocoran anggaran negara, terutama yang berasal dari praktik penggelembungan harga dalam pengadaan barang dan jasa.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7/2026).

Menurut Prabowo, selama ini masih ditemukan banyak lembaga pemerintah yang melakukan penggelembungan harga dalam proses pengadaan sehingga menyebabkan pemborosan anggaran negara.

“Ini sedang kita hentikan. Ini yang kita hemat, dari beberapa bulan pertama pemerintahan yang saya pimpin kita bisa menghemat lebih dari Rp300 triliun,” kata Prabowo.

Presiden menjelaskan, anggaran hasil penghematan tersebut kini dimanfaatkan untuk membiayai berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan infrastruktur.

“Ini yang kita gunakan untuk Makan Bergizi. Ini yang kita gunakan untuk jembatan tadi yang disebut 5.000 jembatan kita bangun sampai Desember 2026, 5.000 jembatan,” ujarnya.

Prabowo menambahkan, pembangunan jembatan akan terus ditingkatkan pada tahun depan karena menurutnya masyarakat di pedesaan membutuhkan akses infrastruktur yang lebih baik.

“Rakyat di desa tidak bisa nunggu mereka tidak mau nunggu lagi,” imbuhnya.

Soroti Efisiensi Ekonomi Indonesia

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai Gerindra juga menyinggung penilaian sejumlah pakar ekonomi yang menyebut perekonomian Indonesia masih belum efisien akibat tingginya kebocoran kekayaan negara.

Prabowo menjelaskan, salah satu indikator yang digunakan adalah Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang menurutnya masih berada di angka 6,5.

“Semua pakar mengatakan kalau bicara ekonomi Indonesia mereka mengatakan bahwa Indonesia ekonominya tidak efisien. Apa arti tidak efisien? Artinya banyak kekayaan bocor. Mereka yang kasih nilai itu, mereka kasih mereka hitung bahwa angka kita ekonomi kita ICOR, ICOR kita 6,5. ICOR artinya bahasa bahasa sononya adalah Incremental Capital Output Ratio,” ujar Prabowo.

Ia kemudian menjelaskan makna dari indikator tersebut.

“Artinya kalau kita mau nambah kaya 1 dollar atau 1 rupiah untuk dapat 1 rupiah kita harus keluarkan 6,5 rupiah. Untuk dapat 1 dollar kita harus keluarkan 6,5 dollar. Kalau negara lain mereka bisa dapat 1 dollar mereka hanya keluarkan 4 dollar,” sambungnya.

Prabowo juga mengklaim kebocoran kekayaan negara mencapai sekitar 30 persen dari total anggaran negara atau lebih dari Rp1.000 triliun. Karena itu, pemerintah berupaya menghentikan berbagai praktik yang dinilai menjadi penyebab kebocoran tersebut.

“Selisih 2 dollar sama beberapa negara tetangga kita. 2/6, sepertiga ini artinya 30 persen kekayaan kita bocor. Anggaran negara adalah 270 miliar dollar, Rp3.700 triliun kurang lebih. Jadi kalau 30 persen bocor, artinya ya lebih Rp1.000 triliun bocor. Ini sedang saya hentikan. Saya mau tutup ini akal-akalan dari banyak pihak. Ya kita harus introspeksi,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, langkah menutup kebocoran anggaran menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan efisiensi penggunaan keuangan negara sekaligus memastikan anggaran dapat dialokasikan untuk program-program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (fix)