PADANG,NUSATIME-Di balik riuh Stadion Utama Sumatera Barat, sosok Fardi “Andi” Nizar berdiri dengan gaya khasnya yang tenang. Bagi insan sepak bola Kota Padang, nama Andi Nizar mungkin jarang menghiasi tajuk utama harian. Ia bukanlah figur yang gemar mencari sorot lampu panggung publik. Namun, sejarah mencatat bahwa setiap kali sepak bola usia muda di daerah ini berada di titik genting, sentuhan dinginnya selalu hadir menjadi juru selamat.

Keputusannya merangkul dan membina PSP Padang U-17 bersama anak-anak didik binaannya dari akademi Arasko bukanlah sekadar formalitas meramaikan turnamen. Langkah ini adalah bentuk dedikasi tanpa batas demi menjaga panji “Pandeka Mudo” tetap berkibar. Kehadiran racikan strategi Andi Nizar bersama tim pelatih langsung mengubah peta persaingan Piala Soeratin Sumbar U-17, melambungkan PSP Padang dari sekadar kontestan menjadi salah satu kandidat favorit juara.

Pembuktian awal langsung tersaji pada laga pembuka babak penyisihan Grup A. Menghadapi Seven FC, anak-anak Pandeka Mudo tampil begitu dominan dengan alur permainan yang tertata rapi. Penguasaan tempo yang solid membuat sang lawan terkunci dan tidak berkembang. Skor akhir 3-1—setelah memimpin 2-1 di paruh pertama—menjadi bukti sahih keperkasaan PSP Padang U-17 sekaligus mengantarkan mereka bertengger di puncak klasemen sementara.

Kendati berhasil memetik hasil sempurna, kerendahan hati tetap menjadi karakter utama Andi Nizar. Usai peluit panjang berbunyi, ia menolak jemawa dan memilih memberikan panggung apresiasi kepada para pemainnya.

“Hasil poin penuh laga perdana ini murni kerja keras pemain. Meski masih banyak kekurangan, kami cukup puas. Namun ini baru laga awal, perjalanan masih panjang,” tutur Andi dengan nada terukur.

Bagi Andi Nizar, kemenangan ini hanyalah satu langkah kecil dari deretan tangga panjang yang harus didaki. Di bawah komandonya—seorang pembina yang bekerja tekun di balik layar—asa sepak bola muda Kota Padang kini kembali menyala, merajut mimpi untuk membawa PSP Padang terbang lebih tinggi. (sal)