Rangkuman Utama
  • Pelatih Semen Padang FC, Nil Maizar, menghadapi gelombang kritik tajam hingga desakan mundur (#NilOut) dari suporter akibat hasil kurang memuaskan selama laga uji coba pramusim.
  • Kekecewaan pendukung memuncak di media sosial resmi klub dengan mempertanyakan perkembangan taktik tim serta mengancam akan melakukan boikot menjelang bergulirnya kompetisi resmi.
  • Pertandingan uji coba melawan Tornado Kendal FC menjadi ujian krusial bagi Nil Maizar untuk meredam krisis kepercayaan, meski sebagian suporter mengimbau publik untuk tetap bersabar karena tim masih dalam fase persiapan.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG — Belum juga kompetisi resmi bergulir, kursi kepelatihan Semen Padang FC di bawah kendali Nil Maizar mulai digoyang gelombang kritik tajam. Jelang laga uji coba ketiga dalam program Training Center (TC) di Yogyakarta melawan Tornado Kendal FC pada Rabu (12/8/2026), media sosial resmi tim Kabau Sirah mendadak jadi arena pelampiasan amarah para pendukung.

Hasil minor di laga-laga pramusim sebelumnya mengikis kesabaran publik Padang. Akun Instagram resmi @semenpadangfc.id langsung diserbu ribuan komentar sinis begitu mengunggah jadwal pertandingan. Tuntutan menang tak lagi sekadar harapan biasa, melainkan vonis mutlak bagi jajaran pelatih.

Sindiran tajam meluncur dari akun @vellyk_vandeser12, “Kalau kalah lagi disebut-sebut apa lagi bang?” Komentar tersebut menyuarakan kejenuhan suporter atas alibi pramusim yang terus berulang.

Kekecewaan senada diungkapkan akun @hendritasmen yang mempertanyakan progresi taktik tim saat menghadapi lawan selevel. “Walaupun sebatas uji coba, tapi kok ndak manang juo. Iko lawan lah selevel. Emang tujuan uji coba bukan kemenangan, tapi kalau menang setidaknya bisa meningkatkan kepercayaan diri para pemain,” tulisnya.

Puncaknya, frustrasi suporter bermuara pada ancaman boikot dan desakan pemecatan. Tagar ⁠#NilOut⁠ berhamburan di kolom komentar, dipicu oleh ketakutan publik akan kegagalan tim di liga sesungguhnya. Akun @xan_kina secara terbuka meragukan kapasitas sang juru taktik, “Kalau kalah lagi, memang Nil Maizar tidak layak melatih Semen Padang. Sebelum terlambat.”

Di tengah badai desakan mundur, gelombang penyeimbang datang dari faksi suporter yang berusaha bersikap dingin.
Akun
@adityanugraahaa mengingatkan agar publik tidak gegabah menghakimi skema yang sedang dibangun di fase persiapan. “Ko baru uji coba, kalah menang tu biaso, jan adoh lo tegar #nilaut beko. Lum mulai liga lai ekspektasi lah tinggi,”tegasnya.

Laga kontra Tornado Kendal FC kini bukan lagi sekadar ajang bongkar-pasang formasi, melainkan ujian penghakiman bagi Nil Maizar untuk meredam krisis kepercayaan dan membuktikan bahwa Kabau Sirah belum kehilangan taji. (sal)