Rangkuman Utama
  • Banjir yang menerjang Kota Padang pada Senin (3/8/2026) merendam sedikitnya 92 satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD, SD, PKBM, hingga SMP.
  • Pemerintah Kota Padang meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) karena kondisi sekolah tergenang serta banyak tenaga pendidik yang turut menjadi korban banjir.
  • Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pembersihan dan pemulihan fasilitas sekolah agar KBM segera kembali berjalan normal.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang-Banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kota Padang, pada Senin (3/8/2026) lalu, mengganggu aktivitas pendidikan dengan menyebabkan  92 satuan pendidikan tergenang air, mencakup jenjang PAUD, SD, PKBM, dan SMP. Agar kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali berjalan normal, Pemko Padang langsung bergerak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan berdasarkan pendataan sementara, terdapat 92 sekolah yang terdampak banjir. Rinciannya terdiri atas 38 taman kanak-kanak (TK) dan PAUD, 1 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 43 sekolah dasar (SD), serta 10 sekolah menengah pertama (SMP).

“Kami terus memantau kondisi sekolah-sekolah yang terdampak banjir. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas belajar siap digunakan kembali sehingga kegiatan belajar mengajar dapat segera dilaksanakan,” kata Yopi.

Dijelaskannya, saat ini sekolah yang terdampak masih diliburkan. Kebijakan tersebut diambil mengingat banyak tenaga pendidik yang juga menjadi korban banjir dan masih berupaya membersihkan rumah serta lingkungan tempat tinggal mereka.

“Sekolah sementara diliburkan karena masih banyak guru yang juga terdampak banjir. Mereka sedang mengurus rumah masing-masing dan membersihkan sisa-sisa banjir. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, bisa besok atau lusa, kita sudah bisa kembali masuk sekolah,” ungkapnya. 

Pemerintah Kota Padang terus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan berbagai instansi terkait untuk mempercepat proses pembersihan lingkungan sekolah serta pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak. Upaya tersebut diharapkan dapat memastikan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal tanpa mengurangi kenyamanan dan keamanan peserta didik maupun tenaga pendidik. (*)