NUSATIME.ID – Upaya meningkatkan kedisiplinan pengendara terus dilakukan Satlantas Polres 50 Kota melalui sosialisasi dan edukasi dalam Operasi Patuh Singgalang 2026. Kegiatan ini menyasar pengguna jalan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara.
Sosialisasi tersebut berlangsung pada Rabu (28/10/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB, di wilayah hukum Polres 50 Kota.
Kegiatan dipimpin langsung Kasat Lantas Polres 50 Kota, IPTU Aria Ashari, S.H., M.H., bersama sejumlah personel Satlantas. Petugas menyampaikan informasi mengenai Operasi Patuh Singgalang 2026 melalui pembagian brosur dan pemasangan stiker pada kendaraan masyarakat.
Tidak hanya memberikan informasi, petugas juga mengingatkan pengendara agar selalu menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta memastikan kelengkapan surat kendaraan sebelum bepergian.
Pengendara yang ditemukan melakukan pelanggaran turut diberikan teguran dengan pendekatan humanis dan persuasif. Langkah ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko pelanggaran lalu lintas yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Kapolres 50 Kota melalui Kasat Lantas IPTU Aria Ashari mengatakan, edukasi dalam Operasi Patuh Singgalang 2026 merupakan bagian dari upaya membangun kebiasaan berkendara yang tertib dan bertanggung jawab.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk semakin meningkatkan disiplin dan kepatuhan dalam berlalu lintas. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, bukan hanya untuk menghindari pelanggaran atau sanksi, tetapi juga untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pengendara sepeda motor agar menggunakan helm berstandar SNI. Sementara itu, pengemudi mobil diminta mengenakan sabuk pengaman dan tidak menggunakan telepon genggam ketika berkendara.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak memaksakan diri mengemudi saat kondisi tubuh lelah. Kesiapan fisik dan kepatuhan terhadap aturan dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.
Menurut Aria Ashari, terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan berupa kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.
“Kami berharap melalui edukasi yang terus dilakukan, masyarakat semakin memahami bahwa tertib berlalu lintas merupakan kebutuhan bersama. Mari jadikan keselamatan sebagai budaya dalam berkendara demi terciptanya Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan,” tambahnya.
Melalui Operasi Patuh Singgalang 2026, Satlantas Polres 50 Kota berkomitmen melanjutkan pendekatan edukatif, humanis, dan persuasif kepada masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya tertib berlalu lintas di wilayah hukum Polres 50 Kota, sehingga keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian bersama dalam setiap perjalanan.



Tinggalkan Balasan