Rangkuman Utama
  • Presiden Prabowo Subianto memproyeksikan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih mampu mengalirkan perputaran uang hingga Rp233 triliun per tahun di tingkat desa sekaligus meningkatkan pendapatan petani, peternak, dan nelayan sebesar Rp202 triliun.
  • Program ini bertujuan membalikkan arus ekonomi agar perputaran uang tetap berada di daerah melalui berbagai unit usaha koperasi yang juga dirancang untuk memangkas biaya logistik nasional.
  • Saat ini telah beroperasi lebih dari 1.000 Koperasi Merah Putih, dengan target perluasan hingga mencapai 5.000 sampai 6.000 unit dalam waktu dekat.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyebut Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih akan mengalirkan perputaran uang hingga Rp233 triliun setiap tahun ke desa-desa. Program itu juga diperkirakan meningkatkan pendapatan petani, peternak, dan nelayan hingga Rp202 triliun.

Prabowo menyampaikan angka tersebut dalam Puncak Hari Koperasi Nasional ke-79 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.

“Rp233 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat, Rp202 triliun di petani, peternak, dan nelayan,” kata Prabowo.

Ia mengatakan ekonomi Indonesia selama ini terlalu banyak menyedot kekayaan dari desa menuju kota atau keluar negeri. Koperasi disiapkan untuk membalik arus tersebut agar uang tetap berputar di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten.

Kalau selama ini kekayaan rakyat Indonesia disedot, kita akan balikkan sekarang. Ekonomi akan turun ke rakyat,” ujarnya.

Setiap koperasi dirancang memiliki sejumlah unit usaha. Di antaranya toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, kredit murah, penyimpanan dingin, serta penyaluran barang subsidi.

Prabowo mengatakan seluruh warga desa akan menjadi anggota koperasi. Dengan model itu, manfaat usaha diharapkan tidak hanya dinikmati segelintir pemodal.

Ia juga menargetkan koperasi membantu memangkas biaya logistik yang selama ini dinilai terlalu mahal. Barang kebutuhan pokok, pupuk, obat generik, hingga hasil pertanian dapat diperdagangkan melalui jalur yang lebih pendek.

Menurut Prabowo, koperasi tidak dimaksudkan untuk melemahkan usaha besar. Pemerintah tetap membutuhkan swasta, UMKM, BUMN, dan BUMD.

Namun, ia ingin desa memiliki kekuatan ekonomi sendiri agar tidak hanya menjadi tempat produksi bahan mentah.

“Ekonomi kita akan bangkit dari desa, kecamatan, kabupaten. Dan uangnya akan tinggal di desa, di kecamatan, di kabupaten,” katanya.

Prabowo menyebut lebih dari seribu Koperasi Merah Putih telah beroperasi. Dalam waktu dekat, jumlahnya diperkirakan mencapai 5.000 hingga 6.000 koperasi. (**)