- Liga TopSkor (LTS) Sumatra Barat, yang kini memasuki edisi keempat sejak bergulir pada 2022, konsisten menjadi pilar pembinaan usia muda dan telah sukses melahirkan talenta profesional seperti Ikram Alqifari dan Raffi Pamungkas.
- Koordinator sekaligus admin LTS Sumbar, Andi Pratomo, berperan penting di balik layar dalam mendampingi tim dan menjembatani para pemain muda potensial daerah agar masuk radar pantauan tim pencari bakat tingkat nasional.
- Demi menjaring bakat potensial dari kelompok umur U-12 hingga U-16 ke tim nasional, LTS Sumbar berkomitmen menjaga independensi kompetisi dari praktik "pemain titipan" dengan mengharapkan dukungan penuh dari Sekolah Sepak Bola (SSB) serta orang tua pemain.
Padang-Liga TopSkor (LTS) berkembang menjadi salah satu pilar utama pembinaan pesepakbola usia muda di Indonesia termasuk di Sumatera Barat (Sumbar). Di balik prestisenya sebagai produsen talenta nasional, kesuksesan kompetisi ini bersumber dari visi pembinaan yang konsisten dan dukungan berbagai pihak. Untuk Sumbar, pada tahun ini sudah edisi ke-4, di mana LTS Sumbar dimulai tahun 2022. Pada edisi pertama, telah lahir beberapa pemain profesionaol, di antara Ikram Alqifari (Semen Padang), Raffi Pamungkas (Persita).
Lalu siapa tokoh dibalik suksesnya penyelenggaraan LTS di Sumbar, selain nama Renol “Palek” Fadli liga ini dimotori oleh figur-figur yang memang mendedikasikan hidupnya untuk sepak bola akar rumput (grassroots), seperti Andi Pratomo yang bertindak sebagai koordinator dan admin Liga TopSkor Sumbar. Keterlibatan tokoh-tokoh ini memastikan regulasi, scouting, dan pelaksanaan berjalan sesuai dengan kebutuhan ilmu kepelatihan modern.
“Hobi saya sepakbola, LTS adalah salah satu tempat pencarian bakat paling tepercaya. Terbukti, puluhan alumninya berhasil menembus skuad Tim Nasional Indonesia di berbagai kelompok umur hingga menembus program prestisius seperti Garuda Select. Saya sebagai admin dan koordinator, saya siap membantu para pemain muda asal Sumbar untuk berprestasi di nasional,” ujar Andi yang selama ini bergerak di balik layar pelaksanaan LTS Sumbar.
Sejak edisi pertama hingga saat ini, Andi yang selalu mendampingi tim yang mewakili Sumbar di nasional. Itu dilakukan, Andi, agar para pemain Sumbar bisa dipantau,karena Andi langsung menginformasikan kepada, panitia pusat ada beberapa pemain asal Sumbar yang layak di pantau kemampuannya. “Misi saya bagaiman, pemain asal Sumbar ini masuk tim pantauan, dulu ada nama, Ikram, Gala Pagamo dan Raffi, masuk radar tim pemantau pusat. Ini yang saya lakukan tiap edisi,” terang Andi.
Dengan misi ini, Andi berharap tahun ini ada pemain asal Sumbar masuk tim pemantau dan bisa memperkuat tim nasional. “Saya akan berjuang, tahun ini harus ada pemain asal Sumbar yang masuk radar tim pemantau. Soalnya, kemampuan pemain LTS Sumbar tahun ini cukup menjanjikan, mulai dari U-12 sampai dengan U-16,” terangnya.

Agar haparan ini bisa terwujud, Andi meminta dukunganSekolah Sepak Bola (SSB) yang mewakili Sumbar dan para orang tua pemain. Dedikasi orang tua yang selalu setia mengantar, mendampingi, dan mendukung secara finansial maupun emosional di pinggir lapangan menjadi energi tak ternilai bagi para pemain cilik ini. “Saya akan terus menjaga independensi kompetisi sehingga menjauhkan liga dari praktik “pemain titipan”. Ini menciptakan ekosistem yang sehat,” terangnya. (sal)



Tinggalkan Balasan