Rangkuman Utama
  • Penyelenggara Pra Soeratin, Renol "Palek" Fadli, memastikan pelaksanaan kompetisi kategori usia di bawah 11 tahun (U-11) mendampingi kategori remaja U-13, U-15, dan U-17 di Padang.
  • Kategori U-11 difungsikan sebagai jembatan transisi bagi pemain sepak bola akar rumput dari format sepak bola mini menuju lapangan penuh sebelum memasuki kategori U-13.
  • Ajang ini bertujuan untuk menjaring bibit atlet potensial sejak dini, memetakan perkembangan pemain secara berkelanjutan, serta membina karakter dan sportivitas anak.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang-Selain menggelar Pra Soeratin untuk kategori U-13, U-15 dan U-17 (usia remaja), Renol “ Palek” Fadli juga akan mempertandingkan usia 11 tahun.

Digelarnya U-11 ini, karena dalam struktur kompetisi grassroots (akar rumput) sepak bola nasional, kategori usia ganjil seperti U-11 dan U-13 dijalankan sebagai jembatan transisi pemain:

“Pemain U-11 biasanya bermain dalam format sepak bola mini (7 vs 7 atau 8 vs 8). Kompetisi ini mempersiapkan mental dan taktik mereka sebelum masuk ke kategori U-13 yang mulai bertransisi ke lapangan penuh (11 vs 11),” ujar Renol “Palek” Fadli di Padang, Senin (13/7/26).

Katanya, penggabungan festival U-11 dan U-13 mempermudah tim pemandu bakat (scouting) memetakan perkembangan pemain secara berkelanjutan dari usia anak-anak menuju remaja awal.

“Tujuan kita menggelar U-11 adalah untuk mencari dan menjaring bibit-bibit atlet berprestasi sejak dini, sekaligus menjadi wadah pembinaan karakter anak, seperti menanamkan sikap disiplin, percaya diri, dan kerja sama tim,” terangnya.

Dijelaskannya, dengan digelarnya U-11, para pemandu bakat bisa melihat talenta muda potensial yang nantinya dapat dibina menjadi pemain profesional, hingga tingkat daerah maupun nasional.

Selain itu juga bisa menjadi sarana untuk membentuk mental juara, semangat pantang menyerah, dan sportivitas anak-anak sejak usia dini.

“Tapi yang utama, ajang U-12 ini bisa menjadi ruang berkumpul dan membangun persaudaraan antar Sekolah Sepak Bola (SSB), pemain, pelatih, hingga para orang tua,” terangnya.

Iven U-11 ini, tambah Palek, juga bisa menjadi sarana untuk menambah jam terbang dan mengasah kemampuan motorik anak dalam situasi kompetisi yang sehat dan menyenangkan. ((sal)