- Tim Minang Sejagat FC U-14 Kota Payakumbuh resmi mewakili Provinsi Sumatera Barat pada putaran nasional Liga TopSkor (LTS) 2026 di Kota Bogor.
- Pelatih Zulka Hendra mengusung dua misi utama dalam kompetisi ini, yakni bersaing di tingkat nasional dan membuka peluang bagi para pemain agar dilirik klub profesional.
- Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, mengapresiasi sekaligus melepas keberangkatan skuad sebagai wujud dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pembinaan sepak bola usia dini.
Padang-Minang Sejagat FC U-14 Kota Payakumbuh yang akan mewakili Sumatera Barat membawa misi ganda di putaran nasional Liga TopSkor (LTS) 2026 yang akan ditabuh di Kota Bogor.
Dua misi yang dibawa tim yang dilatih Zulka Hendra itu, bersaing dan pemain dilirik klub profesional. “Kami siap bersaing di LTS nasional ini. Kami juga berharap pemain bisa dilirik klub profesional,” ujar Hendra.
Wakil Walikota Payakumbuh, Elzadaswarman, yang melepas skuad Minang Sejagat U-14, mengapresiasi dedikasi para pemain, pelatih, dan manajemen Minang Sejagat FC yang sukses mewakili Sumatera Barat di tingkat nasional.
Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kota Payakumbuh terus berkembang.
“Kalian adalah duta olahraga yang membawa nama baik daerah. Bertandinglah dengan penuh percaya diri, disiplin, bekerja keras, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan,” ujar Elzadaswarman.

Ia juga mengingatkan seluruh pemain dan ofisial untuk menjaga kekompakan, kesehatan, serta fokus selama mengikuti kompetisi agar mampu memberikan penampilan terbaik.
Pemko Payakumbuh, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta bersama dirinya sebagai Wakil Wali Kota.
Harapan Pemko Payakumbuh, partisipasi Minang Sejagat FC dalam ajang nasional ini mampu menjadi motivasi bagi lahirnya lebih banyak atlet muda berprestasi dari daerah tersebut.
“Melalui sinergi antara pemerintah, klub, pelatih, sekolah, orang tua, dan masyarakat, pembinaan olahraga usia dini diharapkan terus berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan olahraga nasional,” tutupnya. (**)



Tinggalkan Balasan