- Mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari APGI 3T mendatangi Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) guna menuntut kepastian pembayaran kerja sama yang tertunda selama hampir sembilan bulan.
- Kepala BGN Sudaryono menegaskan pihaknya tengah merumuskan skema penyelesaian agar para mitra tidak mengalami kerugian serta memosisikan APGI 3T sebagai mitra strategis.
- Sudaryono meminta waktu untuk menyusun jalan keluar secara transparan dan menginstruksikan jajarannya agar terus memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada para mitra.
JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan pihaknya tengah menyusun skema penyelesaian bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tergabung dalam Asosiasi Pangan Gizi Indonesia (APGI) 3T.
Sudaryono menegaskan BGN memandang para mitra sebagai rekan dalam menyukseskan Program MBG, bukan pihak yang berseberangan.
“Berbulan-bulan mereka menanti kepastian tanpa kejelasan. Para mitra datang membawa pesan, kita pantang mengabaikan,” tulis Sudaryono melalui akun Instagram resminya @sudaru_sudaryono, Jumat (24/7).
Menurut Sudaryono, sebagai pimpinan BGN dirinya memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan seluruh aspirasi para mitra sekaligus mencari jalan keluar atas persoalan yang mereka hadapi.
“Tugas saya merangkul, mendengar saksama, lalu menyusun jalan keluar terbaik,” tulisnya.

Ia juga menegaskan hubungan antara BGN dengan APGI 3T bukan hubungan antara atasan dan bawahan. Setiap keluhan yang disampaikan, kata dia, menjadi masukan penting untuk memperbaiki pelaksanaan Program MBG.
Saat ini, BGN tengah merumuskan skema penyelesaian agar persoalan yang dihadapi para mitra dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak.
“Skema penyelesaian sedang dirumuskan agar tidak ada pihak menanggung rugi. APGI 3T adalah mitra kami,” katanya.
Mitra Datang Menuntut Kepastian
Unggahan tersebut memperlihatkan momen ketika Sudaryono menemui sejumlah perwakilan APGI 3T yang mendatangi Kantor BGN untuk menyampaikan aspirasi terkait pembayaran kerja sama yang hingga kini belum memiliki kepastian.
Dalam video itu, petugas keamanan sempat meminta massa keluar dari area kantor sebelum akhirnya Sudaryono menemui mereka secara langsung.
Perwakilan APGI 3T menjelaskan anggotanya berasal dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mereka mengaku telah menjadi mitra SPPG di wilayah terpencil selama sekitar satu tahun. Jika sebelumnya pembayaran dilakukan setelah proses evaluasi selama 35 hari, kini pembayaran disebut belum memiliki kejelasan selama hampir sembilan bulan.
Menurut mereka, persoalan utama bukan hanya keterlambatan pembayaran, melainkan tidak adanya kepastian mengenai kapan penyelesaian akan dilakukan.
Sudaryono Minta Waktu
Menanggapi aspirasi tersebut, Sudaryono mengaku telah mempelajari persoalan itu sejak mulai menjabat sebagai Kepala BGN. Ia meminta waktu agar skema penyelesaian yang sedang disusun dapat segera dirampungkan.
“Kasih saya waktu. Yang bisa saya pastikan adalah bapak-ibu (mitra SPPG) semua mungkin tidak bisa untung seperti apa yang diharapkan, tapi setidaknya bapak-ibu tidak dirugikan,” kata Sudaryono.
Ia menegaskan skema yang sedang disiapkan nantinya akan dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada seluruh mitra.
“Skemanya lagi saya carikan. Ini direkam semua, Anda boleh rekam semua. Saya pertanggungjawabkan sebagai pimpinan di sini,” ujarnya.
Suasana Haru, Mitra Asal Papua Barat Menangis
Suasana pertemuan sempat berlangsung emosional ketika seorang anggota APGI 3T asal Papua Barat mengaku telah berada di Jakarta selama empat bulan demi menunggu penyelesaian persoalan tersebut. Dalam pertemuan itu, perempuan tersebut menangis sambil mengungkapkan rumahnya terancam ditarik.
Melihat kondisi itu, Sudaryono menghampiri dan memeluk perempuan tersebut sembari memberikan semangat.
“Pokoknya sabar sedikit, ya,” ujar Sudaryono.
Di akhir pertemuan, ia juga meminta jajaran humas BGN terus memberikan perkembangan informasi kepada para mitra terkait proses penyelesaian yang sedang dirumuskan.
“Kalau ada di antara teman-teman yang tanya, kasih updatenya ya,” tuturnya. (fix)



Tinggalkan Balasan