- Presiden Prabowo Subianto mengingatkan Pamong Praja Muda (PPM) IPDN agar tidak menerapkan birokrasi yang berbelit-belit dan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat.
- Aparatur negara ditegaskan sebagai simbol dan wajah negara yang dituntut bekerja secara jujur, disiplin, bersih dari korupsi, serta hadir saat dibutuhkan publik.
- PPM IPDN diharapkan menjaga integritas sebagai penggerak birokrasi dan calon pemimpin masa depan guna menentukan keberhasilan pembangunan nasional.
Jakarta-Aparatur negara tidak boleh menerapkan birokrasi yang berbelit-belit kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto saat pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Rabu (29/7/26).
Katanya, aparatur negara harus selalu mengedepankan kepentingan masyarakat demi menjaga kepercayaan rakyat. “Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat kita tidak perlu pemimpin-pemimpin yang tidak bekerja dengan sebaik-baiknya,” ujar Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa para PPM merupakan aparatur negara yang berkewajiban menjaga nama baik negara.
Oleh karena itu, ia berpesan agar nama baik tersebut tidak tercoreng hanya karena mereka tidak mampu mengedepankan kepentingan rakyat, salah satunya dengan menerapkan birokrasi yang berlapis-lapis.
Ia menambahkan bahwa masyarakat justru menuntut aparatur mampu bekerja secara jujur, disiplin, bersih, tidak korup, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan. Masyarakat, lanjut Prabowo, juga menuntut aparatur yang mengutamakan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan tertentu.

Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa menjadi Pamong Praja merupakan tugas yang berat. Sebab, dari sikap dan integritas mereka, masyarakat dapat menilai apakah negara benar-benar hadir dan mampu memegang amanah rakyat.
“Rakyat yang akan merasakan apakah negara peduli dengan rakyatnya atau tidak. Dan dari keputusan-keputusan saudara, rakyat akan menilai apakah negara layak dipercaya atau tidak,” jelasnya.
Oleh karena itu, Prabowo meminta PPM untuk bekerja dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya, jika mereka selalu mengedepankan kepentingan masyarakat, maka masyarakat akan semakin percaya dan mencintai Indonesia. Sebaliknya, jika mereka mengecewakan rakyat, hal itu tidak hanya mencoreng nama baik mereka, tetapi juga merusak kepercayaan rakyat kepada negara.
“Di mana pun saudara bertugas, ingat, saudara adalah wajah dan lambang negara. Dari sikap saudara, dari penampilan saudara, rakyat menilai apakah negara kita hadir atau tidak, apakah negara kita tertib atau tidak, apakah negara kita membanggakan atau tidak, apakah negara kita negara yang terhormat atau tidak,” jelas dia.
Prabowo kemudian berpesan agar integritas tersebut tetap dijaga mengingat para PPM merupakan pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia. Mereka diharapkan mampu bekerja dengan bersih dan baik seiring cita-cita Indonesia menjadi negara yang maju dan modern.
“Karena itu saudara harus jadi pemimpin-pemimpin yang terbaik. Saudara adalah penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan,” pungkas dia. (**)



Tinggalkan Balasan