PADANG,NUSATIME — Gelaran “Golden Journey to Financial Freedom” yang diselenggarakan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Ballroom Andromeda Hotel Mercure Padang, Kamis (27/8/2026), menjadi momentum istimewa bagi Drs. H. Marlis, MM, C.Med, CEO Alinia Group.

Dalam kegiatan yang diperuntukkan bagi nasabah BSI Prioritas tersebut, Marlis melakukan pembelian emas seberat 250 gram dengan nilai transaksi mencapai Rp673.750.000.

Atas transaksi tersebut, BSI memberikan apresiasi berupa emas seberat 1 gram dan uang tunai senilai Rp5.000.000.

Hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Joko Effendi, Deputi Funding BSI Region Palembang, didampingi Tim Manajemen BSI Area Sumbar, sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah yang berpartisipasi dalam program investasi emas BSI.

Dari Dana Mengendap Menjadi Aset Emas

Bagi Marlis, keputusan membeli emas dalam jumlah cukup besar tersebut bukan semata mengejar hadiah, tetapi menjadi bagian dari strategi mengelola kekayaan dan membangun aset jangka panjang.

“Hadiah tentu menjadi sebuah apresiasi yang menyenangkan. Tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita mulai mengubah pola pikir dalam mengelola keuangan. Jangan biarkan seluruh dana hanya mengendap. Sebagian dapat dialihkan menjadi aset yang memiliki orientasi jangka panjang, salah satunya emas,” ujar Marlis.

486503 100kb 1

Menurut CEO Alinia Group tersebut, investasi membutuhkan keberanian mengambil keputusan sekaligus kedisiplinan dalam mengalokasikan kekayaan.

“Hari ini saya membeli 250 gram emas senilai Rp673,75 juta. Bagi saya ini bukan sekadar membeli emas, tetapi mengalihkan sebagian dana menjadi aset untuk masa depan. Prinsipnya sederhana: jangan hanya bekerja mencari uang, tetapi kelola uang agar menjadi aset yang menjaga nilai kekayaan kita,” katanya.

BSI Beri Apresiasi kepada Nasabah

Joko Effendi, Deputi Funding BSI Region Palembang, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan nasabah terhadap layanan emas BSI. Penyerahan hadiah kepada Marlis sekaligus menjadi bagian dari semangat Golden Journey to Financial Freedom dalam mendorong masyarakat membangun perencanaan keuangan melalui diversifikasi aseMomentum tersebut juga memperlihatkan semakin berkembangnya fungsi perbankan syariah. Bank tidak lagi hanya menjadi tempat menabung dan melakukan transaksi, tetapi juga dapat menjadi mitra nasabah dalam merancang strategi pengelolaan kekayaan.

Program emas BSI menjadi salah satu instrumen yang ditawarkan untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Rp673,75 Juta untuk Masa Depan

Transaksi pembelian 250 gram emas senilai Rp673.750.000 yang dilakukan CEO Alinia Group menjadi salah satu transaksi menarik dalam kegiatan tersebut.

Apresiasi berupa emas 1 gram ditambah uang Rp5 juta menjadi bonus dari sebuah keputusan investasi yang lebih besar nilainya: membangun aset untuk jangka panjang.

Marlis pun mengajak kalangan pengusaha dan profesional untuk mulai memiliki kesadaran dalam melakukan diversifikasi kekayaan.

“Pengusaha jangan hanya bicara omzet dan keuntungan. Kita juga harus bicara tentang bagaimana keuntungan itu diamankan dan dikembangkan menjadi aset. Financial freedom dimulai ketika kita mampu mengendalikan uang, bukan ketika hidup kita dikendalikan oleh uang,” pungkasnya.

Melalui “Golden Journey to Financial Freedom”, BSI membawa pesan bahwa membangun kekayaan bukan sekadar tentang berapa besar uang yang dimiliki hari ini, tetapi juga tentang bagaimana mengelolanya menjadi aset untuk masa depan.

Emas boleh hanya 250 gram, tetapi keputusan untuk mulai membangun masa depan nilainya jauh lebih besar. (*/ Redaksi )