PADANG, NUSATIME.ID— Pemerintah Kota Padang tancap gas mempercepat pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan di tahun 2026. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa seluruh proyek fisik harus mengandalkan material kelas satu dan pengerjaan yang presisi demi mewujudkan visi kota metropolitan yang rapi dan estetis.

Penegasan tersebut disampaikan Fadly saat memimpin rapat evaluasi progres dan rencana kerja bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026). Turut mendampingi dalam rapat strategis ini Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa.

“Menuju kota metropolitan, kita harus memastikan pembangunan menggunakan bahan kelas satu dan dikerjakan dengan rapi. Pasar juga harus menjadi tempat yang nyaman dan menarik, bahkan dapat menjadi bagian dari destinasi wisata,” tegas Fadly di hadapan para kepala OPD.

Arah dan standar tinggi yang dicanangkan Wali Kota langsung diterjemahkan oleh jajaran OPD melalui berbagai program strategis tahun 2026. Sektor perdagangan menjadi salah satu titik fokus utama yang dipaparkan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Fizlan Setiawan.

Rencana kerja Dinas Perdagangan meliputi pembenahan estetika fasade pertokoan Merlin, Koppas Plaza, hingga Pasar Raya Padang dari Fase I hingga VI. Selain itu, kawasan komersial ini juga akan dipercantik lewat penataan kios dan basement Pasar Raya Fase VII, pengembangan kawasan kuliner Gang Rajawali, serta penguatan fasilitas keamanan lewat pengadaan CCTV.

Sementara itu, pemulihan infrastruktur dasar dan kawasan publik digenjot oleh Dinas PUPR. Kepala Dinas PUPR, Malvi Hendri, melaporkan bahwa pihaknya tengah fokus menggarap perbaikan irigasi dan drainase di wilayah-wilayah yang sempat terdampak bencana hidrometeorologi. Pengerjaan vital ini didukung oleh alokasi anggaran Transfer ke Daerah sekitar Rp50 miliar. Tidak hanya itu, Dinas PUPR juga menjadwalkan rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya serta penataan wajah Pantai Padang agar semakin menarik bagi wisatawan.

Penanganan pascabencana juga menjadi prioritas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Kepala Dinas Perkim, Tri Hadiyanto, memaparkan progres percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana yang berlokasi di Balai Gadang, Lambung Bukik Sungkai, and Pauh, serta agenda rehabilitasi Rusunawa.

Aspek pendukung kenyamanan kota turut disentuh oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pariwisata. Kepala DLH, Fadelan Fitra Masta, memaparkan rencana inovasi pembangunan toilet digital yang modern di kawasan Taman Rimbo Kaluang. Di sisi lain, Dinas Pariwisata melalui Kabid Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata, Zahirwan, menyiapkan program pengadaan gerobak bagi para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) guna mendongkrak geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemkot Padang optimistis pembangunan fisik di tahun 2026 tidak hanya sekadar memulihkan infrastruktur pascabencana, tetapi juga mampu mentransformasikan wajah Kota Padang menjadi kawasan metropolitan yang modern, fungsional, dan berdaya saing pariwisata tinggi. (*)