PARIAMAN, NUSATIME.ID – Puluhan murid MTsN 1 Pauh, Kota Pariaman, Sumatera Barat, dilarikan ke fasilitas kesehatan usai mengonsumsi santapan Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026) siang.
Sebanyak 79 siswa disinyalir mengalami gejala keracunan makanan secara bersamaan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, menyampaikan bahwa para pelajar mengeluhkan gangguan kesehatan dengan indikasi yang beragam.
Mulai dari pusing, sesak napas, gatal-gatal hingga muntah-muntah.
“Itu gejalanya macam-macam. Ada pusing, sesak napas, gatal-gatal dan muntah-muntah. Itu indikasinya dan ini terus kita himpun,” kata Rudy, dilansir TribunPadang, Senin (14/9/2026).

Berdasarkan pendataan awal di lapangan, jumlah korban yang terdampak paparan tersebut menyentuh angka puluhan orang.
“Catatan sementara itu ada 79 siswa yang terindikasi keracunan,” ujarnya.
Seluruh pelajar yang menunjukkan reaksi medis langsung dievakuasi dan memperoleh tindakan perawatan intensif di beberapa rumah sakit terdekat.
Rudy menambahkan bahwa sejumlah siswa yang kondisinya dinyatakan pulih telah diizinkan meninggalkan fasilitas kesehatan.
“Yang sudah dibawa orang tua itu yang sudah mulai membaik,” jelasnya.
Guna memastikan cakupan penanganan, Dinas Kesehatan Kota Pariaman terus menyisir dan mendata kemungkinan adanya korban tambahan yang mengalami gejala serupa.
Pihak dinas hingga saat ini masih memantau perkembangan situasi untuk menginventarisasi dampak dari insiden tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah tim pengajar juga turut merasakan dampak kesehatan yang sama.
“Apakah ada guru yang terindikasi keracunan, masih kita data. Karena sejauh ini baru siswa yang terdampak,” katanya.



Tinggalkan Balasan