- Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) memicu banjir di sedikitnya 15 titik lokasi dengan ketinggian air mencapai hingga 1,5 meter, merendam permukiman warga, jalan utama, dan fasilitas umum.
- Dampak banjir memutus akses lalu lintas serta memicu situasi darurat, termasuk terjebaknya sekitar 35 kepala keluarga di Kuranji serta sejumlah siswa dan guru di kawasan Air Pacah.
- Tim SAR gabungan dan BPBD mengerahkan personel serta perahu karet untuk melakukan evakuasi mendesak terhadap warga terdampak, terutama di lima lokasi yang paling parah.
PADANG – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Senin (3/8/2026) siang memicu banjir di berbagai wilayah. Luapan air merendam permukiman warga, fasilitas umum hingga ruas jalan utama, sementara tim gabungan dari SAR, BPBD dan relawan dikerahkan untuk melakukan penyelamatan terhadap warga yang terjebak.
Kepala Kantor Pertolongan dan Pencarian (SAR) Padang Abdul Malik mengatakan, pihaknya langsung menurunkan personel begitu menerima laporan banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Padang.
“Tim diturunkan untuk memberikan pertolongan dan penanganan terhadap warga Padang yang terdampak banjir,” katanya.
Menurut Abdul Malik, tim yang diterjunkan telah dilengkapi perahu karet untuk mempercepat proses evakuasi apabila ditemukan warga yang tidak dapat menyelamatkan diri akibat genangan air.
“Jika ada warga yang terjebak di lokasi banjir dan membutuhkan evakuasi, maka tim akan memindahkannya ke tempat yang aman,” katanya.

Hujan yang terus mengguyur sejak siang menyebabkan air mulai menggenangi rumah-rumah warga. Hingga sekitar pukul 16.30 WIB, genangan telah memasuki permukiman di sejumlah wilayah, di antaranya Lubuk Minturun, Rimbo Tarok, Sungai Sapih, Kurao Pagang dan beberapa kawasan lainnya.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan utama sehingga menghambat bahkan memutus akses lalu lintas di beberapa lokasi. Kawasan yang berada di sepanjang aliran sungai turut terdampak akibat meluapnya debit air yang tidak lagi mampu ditampung sungai.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah berada di Lapau Munggu, RT 02 RW 06, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji. Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton membenarkan banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur kota sejak siang.
“Hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi di Kota Padang sehingga menyebabkan terjadinya banjir di Lapau Munggu RT 02 RW 06 Kelurahan Kuranji. Laporan kejadian masuk sekitar pukul 14.30 WIB,” ujar Hendri saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kota Padang segera mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat bersama Tim SAR Gabungan.
Hendri menjelaskan, proses evakuasi dipimpin oleh personel Rescue BPBD Kota Padang di bawah komando Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL). Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 35 kepala keluarga masih terjebak banjir dan membutuhkan evakuasi.
“Untuk kondisi terakhir, tim masih terus melakukan evakuasi terhadap warga yang diperkirakan ada sekitar 35 KK terjebak banjir,” ujarnya.
Di tengah proses penyelamatan warga, tim SAR juga melakukan evakuasi terhadap siswa dan guru SMP serta SMA PMT Prof Dr Hamka di kawasan Air Pacah. Banjir yang merendam lingkungan sekolah membuat aktivitas belajar terhenti dan para penghuni sekolah tidak dapat keluar dari lokasi.
“Banjir mengakibatkan sejumlah guru dan murid tidak bisa pulang atau keluar dari lingkungan sekolah, sehingga kami lakukan evakuasi,” kata Abdul Malik.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat mencatat sedikitnya 15 titik banjir tersebar di berbagai wilayah Kota Padang. Dari jumlah tersebut, lima lokasi membutuhkan proses evakuasi mendesak oleh petugas gabungan.
Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 1,5 meter di kawasan Perumahan Wahana II Rimbo Tarok, Kecamatan Kuranji. Sementara di Jalan Arai Pinang, Kecamatan Lubuk Begalung, genangan setinggi paha orang dewasa menyebabkan aktivitas masyarakat dan perekonomian terganggu.
Sekretaris Badan BPBD Sumatera Barat Ilham Wahab mengatakan seluruh unsur penanganan bencana telah berada di lapangan untuk mempercepat penyelamatan warga.
“Untuk saat ini, Tim SAR gabungan sudah berada di lokasi dan fokus melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak,” ujar Ilham Wahab saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).
Adapun 15 titik banjir yang didata BPBD Sumbar meliputi Lubuk Minturun, Sungai Lareh, RT 01 RW 01 Pasa Lalang Kuranji, RT 02 RW 06 Lapau Munggu Kuranji, Gunuang Sariak, Perumahan Abi Lumin, Lubuk Timpuruang Guo, Komplek Wahana II Kuranji, belakang RSI Siti Rahmah Aia Pacah, belakang RSUD Rasidin Aia Pacah, SDIT Alam AR Royan Bypass Pegambiran, SMPN 27 Sungai Sapih, RT 01 RW 07 Pasa Lalang Kuranji, Lapau Banjuang Pasa Pagi Balaibaru Kuranji, serta Jalan Usang Sungai Sapih di Simpang Perumahan Taman Asri III.
Menurut Ilham, sebagian warga yang berada di kawasan terdampak telah berhasil dievakuasi, namun proses penyelamatan masih terus berlangsung mengingat banyaknya laporan banjir yang masuk secara bersamaan.
“Dari beberapa titik banjir tersebut, sebagian warga terdampak sudah berhasil kita jangkau dan dievakuasi. Namun, proses ini masih terus berjalan karena banyaknya lokasi yang melapor tergenang hari ini,” pungkas Ilham.
Kantor SAR Padang dan BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan bantaran sungai maupun daerah rawan genangan, agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Mengingat hujan masih berpotensi terjadi, warga diminta segera menghubungi petugas apabila membutuhkan bantuan evakuasi atau terjadi kondisi yang membahayakan keselamatan. (fix)



Tinggalkan Balasan