PADANG PARIAMAN, NUSATIME— Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Sumatera Barat menggelar Seminar Kemerdekaan bertajuk “Bahaya Bullying terhadap Generasi Muda” di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas (PPMINI) Lubuak Aro, Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (15/8/2026) malam.

Ketua PW IPNU Sumbar, Metra Wiranda Putra, S.Sos., hadir langsung sebagai pemateri dalam kegiatan yang berlangsung di Mushalla PPMINI mulai pukul 20.00 WIB tersebut.

Dalam paparannya, Metra menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menghentikan praktik perundungan (bullying) yang kian marak mengintai generasi muda saat ini.

“Saya sangat bersyukur atas rahmat Allah SWT sehingga bisa bersilaturahmi ke pesantren ini. Dalam agenda keliling Sumatera Barat, kali ini saya berkesempatan hadir di Padang Pariaman untuk menyampaikan materi bahaya perundungan. Maraknya kasus bullying saat ini harus menjadi perhatian kita bersama agar tidak merusak masa depan generasi muda,” ujar Metra.

Kedatangan rombongan PW IPNU Sumbar disambut hangat oleh keluarga besar pesantren. Pimpinan PPMINI, Tk. Abdul Jamil Al Rasid, S.Hum., menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian IPNU terhadap para santri di daerah.

“Terima kasih telah mengunjungi pondok pesantren kami. Abang Metra ini adalah sahabat sekaligus senior yang menjadi salah satu panutan saya sejak lama. Pesantren ini merupakan amanah dari guru kami, Abuya H. Sulkani TK Sutan. Meskipun lokasi kami cukup jauh dari jalan besar, alhamdulillah kami sangat bersyukur bisa mendapat kunjungan ini,” ungkap Tk. Abdul Jamil.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Ketua Organisasi Santri Intra Pesantren (OSIP) PPMINI, Adek Aliyus Firmansyah. Ia menilai kehadiran tokoh pelajar NU Sumbar tersebut memberikan motivasi besar bagi seluruh santri.

“Alhamdulillah acara terlaksana dengan baik. Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Abangda Metra Wiranda Putra yang telah hadir. Kehadiran beliau menjadi motivasi dan suntikan semangat tersendiri bagi kami para santri,” tutur Adek.

Rangkaian acara seminar peringatan kemerdekaan tersebut diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Maulana Hafizan, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada pemateri serta foto bersama.(**)