- Dua wasit asal Sumatera Barat, Candra dan Yoko Supianto, dipercaya PSSI untuk memimpin turnamen Piala Presiden 2026 di Bandung dan Surabaya.
- Penugasan ini mencatatkan sejarah baru sebagai partisipasi perdana perangkat pertandingan asal Ranah Minang sepanjang penyelenggaraan Piala Presiden.
- Kedua wasit memiliki rekam jejak mumpuni di tingkat nasional, dengan Candra berpredikat salah satu wasit terbaik Super League 2025/2026 dan Yoko Supianto dikenal sebagai wasit muda yang konsisten.
Padang-Meski Semen Padang FC tak diikut sertakan dalam pegelaran Piala Presiden 2026, tapi dua wasit asal Sumbar masih diberi kepercayaan memimpin turnamen yang digelar di Bandung dan Surabaya.
Dua wasit asal Ranah Minang yang dipercaya memimpin pelaksanaan Piala Presiden itu, Candra dan Yoko Supianto.
“Alahamdulliah masih diberi kepercayaan memimpin iven besar. Mudah-mudahan kepercayaan ini bisa kami jalankan dengan baik. Mohon dukungannya,” ujar Candra yang dihubingi via ponselnya, Minggu (26/7/26).
Penunjukan dua wasit asal Ranah Minang ini menjadi catatan sejarah bagi perwasitan Sumbar, karena merupakan partisipasi perdana perangkat pertandingan Sumbar di ajang Piala Presiden.
Keduanya bukan nama baru di level nasional. Candra dan Joko sebelumnya sukses menjalankan tugas di Liga 1. Malahan, Candra termasuk wasit terbaik dalam perhelatan Super League 2025/2026.

Candra merupakan wasit profesional asal Kota Padang. Ia aktif memimpin pertandingan Liga Indonesia sejak tahun 2019. Sepanjang kariernya, Candra telah memimpin iven baik lokal maupun nasional.
Sementara itu, Yoko Supianto , yang lahir di Payakumbuh, mulai memimpin Liga Indonesia 2026. Ia dikenal sebagai salah satu wasit muda yang konsisten dalam memimpin pertandingan.
Sebelum berkiprah di level nasional, Yoko juga memiliki pengalaman panjang di dunia perwasitan Ranah Minang, termasuk keterlibatannya dalam pembinaan dan kompetisi sepak bola usia muda di Sumbar.
Melalui Komite Wasit, PSSI terus mendorong peningkatan kualitas serta jam terbang nasional perangkat pertandingan Sumbar. Penugasan di Piala Presiden 2026 ini diharapkan menjadi momentum penting bagi pengembangan dan pengakuan perwasitan Sumbar di kancah Nasional. (sal)



Tinggalkan Balasan