- Kebaikan merupakan modal tak terlihat bagi wirausahawan yang dapat menumbuhkan kepercayaan, memperluas relasi, dan membuka berbagai peluang bisnis.
- Pelaku usaha diimbau untuk tetap bersikap tegas, menjaga kontrol, serta mempertahankan integritas agar tidak dimanfaatkan oleh pihak lain.
- Tujuan utama dalam berbisnis bukan sekadar mencari keuntungan finansial, melainkan membangun reputasi jangka panjang, kepercayaan, dan warisan nilai yang baik.
Oleh: Drs. H. Marlis, MM, C.Med [ CEO ALINIA GROUP ]
Nusatime.id – Dalam bisnis dan kehidupan, jangan pernah berbuat baik dengan berharap orang akan membalas dengan cara yang sama. Sebab, kebaikan bukan transaksi. Kita mungkin pernah membantu seseorang, tetapi kemudian dilupakan. Memberi kesempatan, tetapi justru dikecewakan. Itu biasa. Jangan sampai sikap orang lain membuat kita berhenti menjadi orang baik.
Bagi seorang entrepreneur, kebaikan adalah modal yang tidak terlihat. Dari kebaikan lahir kepercayaan. Dari kepercayaan tumbuh relasi. Dan dari relasi sering muncul peluang-peluang besar. Tetapi menjadi baik bukan berarti menjadi lemah.
Baiklah kepada orang lain, tetapi tetap tegas. Percaya, tetapi tetap mengontrol. Membantu, tetapi jangan membiarkan diri dimanfaatkan. Entrepreneur yang hebat bukan hanya pintar mencari keuntungan. Ia juga harus mampu menjaga integritas, komitmen, dan nama baik.
Jangan kecewa ketika kebaikan tidak dibalas. Bisa jadi balasannya datang dari orang lain, dalam bentuk lain, dan pada waktu yang tidak pernah kita duga. Karena dalam perjalanan bisnis, reputasi dan kepercayaan sering kali jauh lebih mahal daripada uang. Maka teruslah berbuat baik. Teruslah bekerja. Teruslah membangun.

Jangan berhenti menjadi orang baik hanya karena pernah bertemu orang yang tidak baik. Sebab bisnis bukan hanya tentang making money, tetapi juga building trust and leaving a legacy.
[ Drs.H.Marlis,MM, C.Med – CEO ALINIA GROUP ]



Tinggalkan Balasan