Rangkuman Utama
  • Lima figur, yakni Jefri Abidin, Weno Aulia, Febrizal, Rinto Wijaya, dan S. Budi Syukur, muncul dalam bursa calon Ketua DPC HISWANA MIGAS Sumatera Barat menjelang Muscab September 2026.
  • Muscab ini dinilai strategis bagi distribusi energi di Sumbar, dengan harapan ketua terpilih dapat menyatukan anggota serta memperjuangkan aspirasi pelaku usaha, termasuk penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG.
  • DPN ASANTARA berkomitmen mengawal jalannya Muscab secara profesional dan independen dengan menyediakan ruang publikasi yang setara bagi seluruh kandidat.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG – Kontestasi menuju kursi Ketua DPC HISWANA MIGAS Sumatera Barat menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 semakin menarik untuk dicermati. Setelah sebelumnya perhatian tertuju pada sistem pemilihan yang akan melibatkan sekitar 350 anggota, kini dinamika mulai mengarah pada figur-figur yang berpotensi memimpin organisasi tersebut.

Dari berbagai komunikasi yang berkembang di kalangan anggota, sedikitnya lima nama mulai disebut sebagai figur yang berpeluang maju dalam bursa calon Ketua DPC HISWANA MIGAS Sumbar, yakni Jefri Abidin, Weno Aulia, Febrizal, Rinto Wijaya, dan S. Budi Syukur.

Hingga saat ini, belum ada deklarasi resmi dari kelima nama tersebut. Namun, rekam jejak dan pengalaman mereka di sektor usaha migas hilir menjadikan mereka mulai diperhitungkan dalam dinamika menjelang Muscab.

Pemilihan Ketua DPC HISWANA MIGAS Sumbar kali ini dinilai memiliki arti penting karena organisasi menaungi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang Agen LPG, SPBU, SPBE, dan transportir BBM, yang memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi energi di Sumatera Barat.

Sejumlah anggota berharap Muscab tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan baru yang mampu memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan anggota, serta memperjuangkan berbagai aspirasi pelaku usaha migas hilir.

Salah seorang anggota HISWANA MIGAS Sumbar, Drs. H. Marlis, MM, C.Med, menilai siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu menjadi pemersatu seluruh anggota.

“Kompetisi merupakan bagian dari demokrasi organisasi. Namun setelah Muscab selesai, seluruh anggota harus kembali bersatu. Ketua yang terpilih harus mampu merangkul semua unsur dan fokus memperjuangkan kepentingan anggota secara bersama-sama,” ujar Marlis.

Menurut Marlis, salah satu agenda penting yang perlu diperjuangkan adalah mendorong komunikasi yang lebih intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terkait penyesuaian Surat Keputusan Gubernur mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG, yang menurutnya sudah cukup lama belum mengalami penyesuaian. Di samping itu, program pembinaan terhadap anggota juga perlu terus diperkuat agar kualitas pelayanan dan profesionalisme usaha semakin meningkat.

Di tengah meningkatnya dinamika tersebut, Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) menyatakan akan terus mengawal perkembangan Muscab DPC HISWANA MIGAS Sumatera Barat sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pemberitaan organisasi yang berimbang, edukatif, dan informatif.

Ketua Umum DPN ASANTARA, Drs. H. Marlis, MM, C.Med, menegaskan bahwa seluruh kandidat akan memperoleh kesempatan yang sama untuk memperkenalkan diri kepada publik.

“ASANTARA akan mengawal dinamika Muscab HISWANA MIGAS Sumbar secara profesional dan independen. Kami juga membuka ruang yang setara bagi setiap bakal calon Ketua untuk mempublikasikan profil, rekam jejak, serta visi dan misinya, sehingga anggota memiliki referensi yang lebih lengkap sebelum menentukan pilihan,” ujarnya.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam mendorong terciptanya proses demokrasi organisasi yang sehat melalui penyajian informasi yang berimbang, akurat, dan memberi ruang yang sama kepada seluruh kandidat.

Dengan waktu pelaksanaan Muscab yang semakin dekat, komunikasi politik organisasi diperkirakan akan semakin dinamis. Dukungan terhadap masing-masing figur diprediksi mulai mengerucut dalam beberapa pekan mendatang.

Muscab DPC HISWANA MIGAS Sumbar pun dipandang bukan sekadar memilih seorang ketua baru, melainkan menjadi momentum untuk menentukan arah organisasi agar semakin kuat, profesional, berwibawa, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah serta PT Pertamina dalam menjaga ketahanan dan kelancaran distribusi energi di Sumatera Barat. (*/Redaksi )