Rangkuman Utama
  • Kinantan FC gagal melangkah ke semifinal TopSkor National Championship (TNC) usai kalah 3-5 lewat adu penalti dari Binna Banua Cilacap pada babak perempat final.
  • Meski mendominasi jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang emas, buruknya penyelesaian akhir membuat Kinantan FC ditahan imbang 0-0 hingga waktu normal berakhir.
  • Manajer Kinantan FC, Dedy Satria, mengapresiasi kerja keras para pemain dan menerima kekalahan tersebut secara lapang dada sebagai pengalaman berharga.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang-Kinantan FC gagal melangkah ke semifinal TopSkor National Championship (TNC), setelah dalam laga perempat final yang digelar di Lapangan ASIOP Training Ground Sentul, Jumat (31/7/16)  harus mengakui keunggulan  Binna Banua Cilacap 3-5 (0-0) lewat drama adu penalti.

“Anak-anak sudah berjuang, dewi fortuna tidak berpihak kepada kita. Hasil ini harus kita terima dengan jiwa besar, ini pengalaman bagi pemain, karena bisa bersaing dengan tim-tim besar,” ujar manajer tim Kinantan FC Dedy Satria usai pertandingan.

Penampilan Kinantan FC dalam babak delapan besar ini sangat memuaskan. Sepanjang pertandingan, tim yang dilatih mantan pemain PKT Bontang, Satria Feri ini, terus melakukan tekanan.  Beberapa peluang berhasil mereka ciptakan, namun karena penyelesaian akhir yang kurang sempurna peluang emas itu gagal menghasilkan gol. Dan hingga turun minum kedudukan 0-0 masih tetap bertahan.

Di babak kedua, Kinantan merubah pola permainannya. Strategi itu, makin menghidupkan serangan Kinantan.

Beberapa peluang kembali tercipta, namun lagi-lagi peluang emas itu gagal menghasilkan gol.

Melihat situasi itu, Kinantan memasukkan pemain baru. Masuknya tenaga baru ini, tidak banyak membantu, buktinya hingga laga berakhir usaha keras Kinantan untuk menciptakan gol tidak menuai hasil, meski beberapa peluang kembali tercipta dan kedudukan 0-0 tetap bertahan.

Sesuai aturan TNC, bila pertandingan berakhir imbang, maka dilanjutkan dengan adu penalti. Dalam drama adu penalti ini, dari lima penendang, satu algojo gagal menyelesaikan tugasnya. Sedangkan, semua penendang Binna Banua sukses menjalankan tugasnya. (sal)