- Manajemen Semen Padang FC mencatatkan sejarah baru dengan menggelar peluncuran tim dan jersei musim 2026/2027 di Jakarta, untuk pertama kalinya diadakan di luar Ranah Minang.
- Keputusan tersebut menuai kritik tajam dan kekecewaan mendalam dari suporter serta praktisi olahraga lokal karena dinilai merenggangkan ikatan emosional klub dengan masyarakat Sumatera Barat.
- Pihak internal klub menyatakan bahwa agenda peluncuran di luar daerah diambil atas pertimbangan efisiensi operasional menyusul status tim yang kini berkandang sementara di Pulau Jawa.
PADANG, NUSATIME— Keputusan manajemen Semen Padang FC menggelar acara Launching Tim dan Jersey musim 2026/2027 di luar Sumatera Barat memicu kekecewaan pendukung setia berjuluk Kabau Sirah. Berdasarkan pengumuman resmi di akun Instagram klub, peluncuran tim dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 12.00 WIB bertempat di Menara Top Food, Alam Sutera, Jakarta.
Langkah ini mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan klub, di mana pengenalan skuad dan kostum resmi untuk pertama kalinya tidak dilaksanakan di Ranah Minang.
Keputusan memboyong agenda penting ini ke Pulau Jawa memantik respons kritis dari suporter di Padang. Deri Safrial, salah satu pendukung setia Semen Padang, menyatakan bahwa suporter memaklumi jika tim harus mengungsi sementara akibat renovasi stadion. Namun, pengenalan pemain di luar daerah dinilai memutus keterikatan emosional pendukung dengan klub kesayangannya.
“Kalau pindah kandang karena stadion sedang direnovasi, sangat kami maklumi. Tapi ini pengenalan pemain, masih juga dilakukan di Pulau Jawa. Kami benar-benar tidak bisa lagi menikmati Semen Padang,” ujar Deri, Sabtu (22/8/2026).
“Main sudah di luar, kok pengenalan pemain juga di luar. Saya jadi bertanya, apa benar klub ini masih milik warga Sumbar?”

Kekecewaan serupa diungkapkan Hendra, pendukung asal Kota Padang. Menurutnya, momentum pengenalan pemain seharusnya menjadi wadah silaturahmi antara tim dan pendukung lokal.
“Sudah tidak berkandang di Padang, pengenalan pemain juga tidak di sini. Masak pengenalan pemain saja sudah tidak di sini lagi?” tuturnya.
Wartawan olahraga Sumatera Barat, Adril Mahaputra Yos (Cail), menyayangkan sikap manajemen yang tidak menggelar acara peluncuran di Kota Padang. Menurutnya, pengenalan tim di tanah kelahiran Kabau Sirah sangat penting untuk menjaga rasa memiliki (sense of belonging) serta ikatan batin suporter.
“Harusnya manajemen bisa memberi sedikit hiburan kepada pencinta Semen Padang yang ada di Sumbar. Minimal dengan adanya pengenalan pemain di sini, para pendukung yang ada di Ranah akan terhibur,” kata Cail.
Ia menambahkan, manajemen sebenarnya bisa mengombinasikan peluncuran tim di Padang dengan agenda uji coba melawan tim lokal agar emosi pendukung terhadap klub tetap terjaga.
Berdasarkan informasi dari pihak internal tim, keputusan menggelar launching di Jakarta diambil atas pertimbangan efisiensi. Mengingat Kabau Sirah musim ini berkandang di luar Sumatera Barat, manajemen memilih melangsungkan acara di dekat domisili operasional tim saat ini.
“Karena sekarang Semen Padang berkandang di luar Sumbar, maka untuk efisiensi dilakukan launching di home baru,” ungkap sumber internal tim yang enggan disebutkan namanya.
Kendati demikian, kebijakan ini tetap dipandang sebagai pergeseran tradisi. Sejak tampil di kompetisi profesional Indonesia, Semen Padang FC selalu menjadikan Ranah Minang sebagai pusat perkenalan skuat dan kostum resmi mereka kepada publik. (sal)



Tinggalkan Balasan