PADANG — Masalah banjir menahun yang merendam Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam kini mulai mendapat penanganan serius. Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) resmi memulai proyek pembenahan infrastruktur guna membebaskan kawasan pemakaman tersebut dari luapan air.

Selama ini, setiap kali hujan deras mengguyur Kota Padang, sebagian besar area TPU Tunggul Hitam terendam air. Kondisi ini tak hanya mengganggu kenyamanan warga yang hendak berziarah, tetapi juga menghambat proses pemakaman jenazah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, menjelaskan bahwa posisi TPU Tunggul Hitam sangat rentan karena dilintasi oleh dua saluran drainase primer kawasan.

Saat intensitas hujan tinggi, volume air Sungai Batang Kuranji mengalami lonjakan signifikan. Akibatnya, saluran drainase primer tidak mampu menampung air dan membuangnya ke Batang Kuranji, sehingga air meluap menggenangi pemakaman.

“Kondisi di TPU Tunggul Hitam itu di setiap hujan besar selalu kebanjiran. Artinya makam-makam di sebagian besar area TPU ini terbenam air pada saat banjir,” ujar Fadelan, Jumat (14/8/2026).

Tak tanggung-tanggung, dampak genangan air di kawasan ini sebelumnya bisa bertahan cukup lama, berkisar antara lima hari hingga satu minggu.

Guna menghentikan siklus banjir berulang ini, Pemko Padang menerjunkan strategi kombinasi teknis pada tahun anggaran 2026, di mana akan dibangun pagar pembatas, yang nantinya berfungsi membendung (memblok) luapan air dari drainase primer agar tidak menerobos masuk ke area TPU. Selain itu, memperbaiki sistem penampungan dan alir internal di area makam. Serta menyediakan pompa banjir yang difungsikan untuk mempercepat penyedotan air genangan saat curah hujan tinggi.

Dengan skema ini, DLH menargetkan durasi genangan yang semula memakan waktu hingga sepekan dapat dipangkas secara drastis.

“Kita berharap dengan selesainya pekerjaan drainase dan pompa ini, ke depannya kita dapat mengatasi genangan beberapa jam saja setelah hujan,” tambah Fadelan.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi proyek, pengerjaan infrastruktur ini telah masuk dalam agenda prioritas pembangunan daerah tahun ini. Pembenahan ini diharapkan menjadi angin segar bagi warga Kota Padang, sekaligus mengembalikan kekhusyukan dan kebersihan tempat peristirahatan terakhir di TPU Tunggul Hitam. (sal)