- BPBD Kota Padang menerbitkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem, termasuk curah hujan tinggi di atas 150 mm per dasarian, angin kencang hingga 16 knot, dan gelombang laut mencapai 2,5 meter.
- Nelayan diimbau untuk menunda aktivitas melaut selama tiga hari ke depan demi keselamatan akibat ancaman gelombang tinggi dan puncak pasang air laut.
- Masyarakat di kawasan pesisir, bantaran sungai, serta lereng perbukitan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
PADANG, NUSATIME— Cuaca ekstrem mengintai Kota Padang dan sekitarnya hingga beberapa hari ke depan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menerbitkan peringatan dini meminta warga dan nelayan meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap ancaman hujan deras, angin kencang, serta gelombang tinggi.
Berdasarkan analisis BMKG Maritim Teluk Bayur dan Stasiun Klimatologi Sumatera Barat, tinggi gelombang laut di perairan Padang, Padang Pariaman, Siberut, hingga Pesisir Selatan diperkirakan mampu menembus 2,5 meter. Angin kencang bertiup dari Tenggara/Timur dengan kecepatan hingga 16 knot. Pasang air laut diprediksi memuncak pada malam hingga dini hari (21.00–03.00 WIB).
Kondisi diperparah oleh tingginya curah hujan yang menembus angka di atas 150 mm per dasarian. Tingginya intensitas hujan ini memicu risiko berantai, mulai dari banjir luapan sungai, pohon tumbang, hingga tanah longsor di titik-titik rawan.
Menanggapi fenomena anomali ini, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan agar para nelayan menahan diri dan menyetop sementara aktivitas melaut demi keselamatan jiwa.
“Kami menyarankan untuk tiga hari ke depan ini ditunda dulu melaut mencari ikan,” tegas Hendri Zulviton.

Ia juga mewanti-wanti warga yang berdomisili di wilayah pinggir pantai, sepanjang bantaran sungai, dan lereng rawan longsor agar tidak lengah.
“Kepada warga di pinggir pantai dan sungai, tetap siaga dengan cuaca ekstrem anomali yang terjadi sekarang. Karena disertai angin kencang, berhati-hati juga akan potensi tanah longsor dan pohon tumbang,” lanjutnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menyaring segala bentuk desas-desus atau isu liar, serta memantau kanal informasi resmi BMKG dan BPBD Kota Padang secara berkala.(*/sal)



Tinggalkan Balasan