PADANG, NUSATIME – Atmosfer sepak bola usia dini di Sumatera Barat dipastikan bakal memanas. Sebanyak 47 tim resmi menyatakan kesiapannya untuk berlaga di Piala Soeratin Sumbar 2026 usai menggelar Match Coordination Meeting (MCM) di Kantor DPRD Sumbar, Kamis (20/8/2026).
Selain memburu gelar juara, seluruh kontestan berikrar menjaga komitmen penuh terhadap nilai-nilai sportivitas.
Ajang ini diproyeksikan sebagai kawah candradimuka bagi talenta muda Ranah Minang.
Manajer ATHA Agam, Benny Sasra, menegaskan bahwa esensi utama kompetisi ini terletak pada proses tumbuh kembang pemain di lapangan, bukan sekadar mengejar trofi semata.
“Piala Soeratin adalah tempat bagi pemain muda menunjukkan kualitas terbaik mereka. Ini bukan hanya tentang menang, tapi bagaimana mereka bertumbuh dan siap bersaing di level yang lebih tinggi,” ungkap Benny.

Nada optimistis juga disampaikan Manajer PSLA Sicincin, Ferdyansah. Menurutnya, persaingan ketat antar-klub di Sumbar saat ini justru menjadi pemacu mental yang positif untuk membentuk talenta muda yang siap diproyeksikan ke tim senior.
Ketua Panitia Piala Soeratin Sumbar, Renol Palek Fadli, menyoroti pentingnya pendekatan komprehensif dalam membina pesepak bola cilik. Ia mengingatkan para pelatih dan pengurus tim agar tidak melupakan aspek fisiologis dan psikologis para atlet muda selama turnamen berlangsung.
“Kesehatan mereka harus diutamakan. Disiplin dalam pola tidur, menghindari penggunaan gadget berlebihan, dan asupan vitamin yang cukup sangat penting untuk menjaga kondisi fisik serta psikologis mereka,” tegas Palek.
Momentum kompetisi berjenjang ini juga dimanfaatkan panitia pelaksana untuk memperluas jangkauan registrasi pemain berbakat ke dalam jejaring Sekolah Sepak Bola (SSB) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menghidupkan kembali sistem pembinaan sepak bola usia dini yang terstruktur di Ranah Minang. (sal)



Tinggalkan Balasan