- Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani meninjau langsung proyek rehabilitasi jalan nasional sepanjang 30 kilometer senilai Rp165 miliar yang dikerjakan oleh BPJN Wilayah Sumatera Barat.
- Dalam peninjauan tersebut, Bupati meminta kontraktor dan BPJN menyelesaikan pekerjaan secara tuntas bertahap tanpa meninggalkan galian terbengkalai, serta memastikan pemasangan rambu keselamatan di area proyek.
- Annisa menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat untuk menertibkan kendaraan *Over Dimension Over Load* (ODOL) agar hasil rehabilitasi jalan dapat bertahan lebih lama.
DHARMASRAYA – Proyek rehabilitasi jalan nasional senilai Rp165 miliar di Kabupaten Dharmasraya mendapat perhatian langsung dari Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. Di tengah pengerjaan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, Annisa turun ke lapangan untuk memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai harapan dan tidak meninggalkan persoalan baru bagi pengguna jalan.
Rehabilitasi jalan sepanjang kurang lebih 30 kilometer itu dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Sumatera Barat menggunakan anggaran APBN Tahun 2026–2027.
Proyek tersebut meliputi pengecoran rigid beton, pengaspalan ulang, hingga penambalan (patching) pada sejumlah titik ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan.
Annisa mengatakan, pengecoran rigid beton dilakukan pada sejumlah titik mulai dari kawasan SPBU Sialang hingga Jembatan Kabel Sungai Dareh. Sementara pekerjaan pengaspalan ulang dilaksanakan dari Jembatan Kabel Sungai Dareh menuju Koto Baru.
“Beberapa hari yang lalu kami meninjau langsung progres perbaikan jalan nasional di wilayah Kabupaten Dharmasraya yang tengah dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Sumbar,” ujar Annisa.

Ia mengakui proyek rehabilitasi jalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari dampak terhadap masyarakat, terutama terganggunya kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama proses pekerjaan berlangsung.
“Kami memahami pekerjaan rehabilitasi jalan ini tentu berdampak terhadap kenyamanan masyarakat dan arus lalu lintas para pengguna jalan. Namun pekerjaan ini penting demi menghadirkan infrastruktur yang lebih baik dan lebih aman,” katanya.
Karena itu, berdasarkan hasil peninjauan lapangan, Annisa meminta pihak kontraktor bersama BPJN tidak membiarkan pekerjaan berlangsung tanpa penyelesaian yang jelas di setiap titik.
Menurutnya, pekerjaan harus dilakukan secara bertahap tetapi tuntas sehingga tidak meninggalkan banyak galian terbuka dalam waktu lama yang berpotensi mengganggu masyarakat maupun membahayakan pengguna jalan.
“Kami telah meminta kepada pihak kontraktor dan BPJN agar setiap tahapan pekerjaan diselesaikan secara tuntas, sehingga tidak meninggalkan terlalu banyak galian yang terbengkalai dalam waktu lama,” tegasnya.
Selain kualitas pekerjaan, aspek keselamatan pengguna jalan juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pelaksana proyek diminta memastikan seluruh lokasi pekerjaan dilengkapi rambu-rambu yang memadai.
“Pastikan rambu-rambu pengaman dipasang dengan jelas di setiap area proyek agar keselamatan para pengguna jalan tetap terjaga selama pekerjaan berlangsung,” ujar Annisa.
Ia juga mengajak masyarakat memberikan dukungan agar proyek rehabilitasi jalan nasional tersebut dapat berjalan sesuai jadwal dan selesai tepat waktu.
“Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar dan dapat diselesaikan tepat waktu,” katanya.
Di sisi lain, Annisa menilai upaya menjaga kualitas jalan tidak cukup hanya dengan membangun atau merehabilitasi. Menurutnya, pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar untuk menekan kerusakan jalan akibat kendaraan bermuatan dan berdimensi melebihi ketentuan atau Over Dimension Over Load (ODOL).
Ia menegaskan persoalan tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat agar jalan yang telah dibangun dengan anggaran negara dapat bertahan lebih lama.
“Ke depan kita masih memiliki tugas bersama dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi untuk bersinergi mencari solusi terbaik dalam menertibkan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL), sehingga fasilitas jalan yang telah dibangun ini dapat bertahan lebih lama,” tutup Annisa. (fix)



Tinggalkan Balasan