SOLOK, NUSATIME-Langkah nyata menuju mimpi swasembada bawang putih nasional kini resmi berakar di bumi Minangkabau. Dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Barat, Inspektur Jenderal Polisi Djati Wiyoto Abadhy, aksi penanaman bibit bawang putih secara serentak digelar di Jorong Air Tawar Utara, Nagari Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, pada Rabu (19/8/2026).

Kabupaten Solok, yang selama ini tersohor sebagai penyuplai utama bawang merah berkualitas, kini bersiap mengukir prestasi baru. Program strategis nasional ini dilaksanakan serentak di 17 provinsi di Indonesia, mempertegas sinergi erat lintas lembaga demi memperkuat benteng ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Aksi penanaman diawali secara simbolis di atas lahan seluas 2.500 meter persegi, sebagai pembuka dari total 2 hektare lahan yang telah disiapkan secara matang. Sebanyak 1,6 ton bibit bawang putih unggulan varietas Lambu Hijau asal Tegal, Jawa Tengah, pasokan dari Kementerian Pertanian, kini mulai tertanam. Dikelola oleh 15 anggota Kelompok Tani Air Tambau Sukses, komoditas ini diproyeksikan memasuki masa panen raya pada akhir Desember 2026 mendatang.

Gerakan di Solok ini terhubung secara interaktif via virtual dengan pusat kegiatan nasional di Desa Sembalun, Lombok Timur, NTB. Di sana, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan turut menyapa dan memantau jalannya penanaman di daerah.

Kapolda Sumbar menegaskan bahwa keterlibatan jajarannya tidak berhenti pada seremonial semata. Kepolisian berkomitmen penuh mengawal rantai produksi dari hilir ke hulu, mencakup pengawasan ketersediaan pupuk, pemetaan lahan potensial, hingga jaminan jalur distribusi dan pemasaran. Selain Solok, program ketahanan pangan ini juga bergulir di empat wilayah Sumatera Barat lainnya, yakni Agam, Tanah Datar, Bukittinggi, dan Padang Panjang.

Wakil Bupati Solok, H. Candra, menyambut hangat gebrakan ini. Kehadiran program nasional tersebut diyakini menjadi pemicu semangat baru bagi masyarakat lokal. Sinergi kuat antara instansi pemerintah, aparat penegak hukum, dan kelompok tani di lapangan menjadi kunci utama transformasi Solok dari sentra bawang merah menuju produsen utama bawang putih nasional. (**)