- Sejumlah klub binaan pemerintah daerah di Sumatra Barat absen pada Piala Soeratin Sumbar 2026, sementara klub tingkat kecamatan PSLA Sicincin tampil mengambil peran pembinaan usia muda.
- Panitia pelaksana mengonfirmasi bahwa PSLA Sicincin telah merampungkan seluruh persyaratan administrasi untuk bertanding di tiga kelompok umur, yakni U-13, U-15, dan U-17.
- Manajer PSLA Sicincin, Ferdiansyah, menyatakan keikutsertaan ini murni untuk memberikan kesempatan berkompetisi bagi talenta muda daerah yang selama ini minim perhatian dari pemerintah kabupaten dan kota.
PADANG — Bobroknya komitmen pembinaan olahraga di Sumatra Barat makin telanjang. Di saat para pimpinan daerah rajin mengobral janji manis pembangunan pemuda, panggung bergengsi Piala Soeratin Sumbar 2026 justru sepi dari klub-klub resmi binaan bupati dan wali kota. Ketika tim-tim besar “plat merah” yang disokong anggaran daerah memilih tiarap dan mangkir, tamparan keras justru datang dari level akar rumput: PSLA Sicincin—klub yang hanya dibina tingkat kecamatan—secara mengejutkan pasang dada menyelamatkan wajah sepak bola daerah.
Langkah PSLA Sicincin memboyong skuad lengkap di tiga kelompok umur sekaligus, yakni U-13, U-15, dan U-17, bukan sekadar partisipasi biasa. Ini adalah sindiran terbuka sekaligus tamparan moral bagi para pejabat di daerah. Betapa ironisnya, agenda pembinaan usia muda yang seharusnya menjadi prioritas dan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota, justru diambil alih dan dipikul oleh tim kecamatan dengan sumber daya terbatas.
“Insyaallah, kami turun di ketiga kelompok umur Piala Soeratin Sumbar 2026. Ajang ini adalah sarana bagi generasi muda di Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, 2×11 Kayutanam, dan Enam Lingkung,” ujar manajer PSLA Sicincin, Ferdiansyah, di Sicincin, Selasa (11/8).
Pernyataan Ferdiansyah membongkar fakta pahit yang selama ini ditutupi, talenta muda di daerah ditelantarkan tanpa kepastian kompetisi. Pimpinan daerah tampak lihai saat pencitraan di media, namun gagap dan angkat tangan saat diminta merealisasikan pembinaan nyata lewat kejuaraan resmi PSSI.
“Ikut sertanya PSLA ini bukan gagah-gagahan, ini murni memberikan kesempatan. Anak-anak di daerah ini minim sekali mendapat kesempatan berkompetisi. Dengan adanya kompetisi resmi PSSI ini, tentu menjadi peluang bagi pemain untuk mengeluarkan bakatnya,” tegas tokoh muda Padang Pariaman tersebut.

Keseriusan dan komitmen PSLA Sicincin pun bukan sekadar gertak sambal atau pemanis kata. Di saat klub-klub binaan bupati dan wali kota sibuk mencari dalih kelangkaan dana, PSLA Sicincin justru membuktikan profesionalismenya dengan menuntaskan seluruh proses pendaftaran resmi.
Hal ini dibenarkan langsung oleh pihak panitia pelaksana. “PSLA telah mendaftar, mereka telah melengkapi seluruh syarat administrasi untuk ikut Piala Soeratin Sumbar 2026 untuk tiga kelompok umur (U-13, U-15, dan U-17),” jelas Sekretariat Panitia, Andi Pratomo, di Padang, Selasa (11/8).
Dengan persiapan matang yang sudah berjalan hampir satu bulan, PSLA Sicincin menegaskan keberadaan mereka bukan sekadar pelengkap penderita atau peserta pelengkap jadwal. Tim pembinaan tiga camat ini siap bersaing dan membuktikan bahwa dedikasi serta kerja keras jauh lebih berharga daripada anggaran megah yang tak jelas juntrungannya.
Keberanian dan keseriusan PSLA Sicincin memberi satu pelajaran penting bagi masyarakat Sumatra Barat, kini publik bisa menilai secara gamblang, siapa pihak yang benar-benar peduli membina masa depan generasi muda, dan mana kepala daerah yang hanya menjadikan sepak bola sebagai komoditas politik musiman. (sal)



Tinggalkan Balasan