- Asosiasi Provinsi PSSI Sumatera Barat memastikan Piala Soeratin 2026 tetap akan digelar dengan target pelaksanaan paling lambat setelah Kongres PSSI Pusat pada awal Agustus mendatang.
- Calon peserta dan Sekolah Sepakbola (SSB) diimbau mulai bersiap dengan acuan estimasi regulasi usia yang dikurangi satu tahun dari musim lalu, yaitu kelahiran 2009 (U-17), 2011 (U-15), dan 2013 (U-13).
- Kompetisi tahunan berjenjang ini berkomitmen menjadi wadah pembinaan terstruktur untuk menempa fisik, mental, dan teknik demi melahirkan talenta muda sepak bola masa depan.
Padang-PSSI Sumbar belum bisa memastikan jadwal pasti pelaksanaan Piala Soeratin 2026. Namun, kepada anggota PSSI dan Sekolah Sepakbola (SSB) yang sudah terafiliasi silakan melakukan persiapan.
“Saat ini kita masih menunggu surat edaran, sambil menunggu edaran, calon peserta, silakan melakukan persiapan. Soalnya, Piala Soeratin ini pasti kita gelar, paling lambat kita laksanakan, selesai kongres PSSI Pusat yang rencananya akan digelar awal Agustus,” ujar Sekretaris Umum PSSI Sumbar, Hendra Dupa di Padang, Senin (20/7/26).
Untuk pedoman bagi calon peserta dalam melakukan persiapan, terutama untuk usia pemain, kata Hendra Dupa, patokan saja regulasi tahun lalu dengan mengurangi satu tahun usia pemain.
“Melihat kebiasaan dan melihat tahun berjalan, usia pemain dikurangi satu tahun dari musim lalu, di mana tahun 2025, untuk U-17 kelahiran 2008, kemungkinan tahun ini kelahiran 2009. Begitu juga U-15, kemungkinan kelahiran pemain tahun 2011. Sedangkan U-13 kelahiran 2013,” terang Hendra Dupa.
Dijelaskan Hendra Dupa, Piala Soeratin merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan PSSI Sumbar, sama seperti provinsi lainnya di Indonesia. Sama dengan tahun lalu, Sumbar tetap akan menggelar tiga kelompok umur.

“Pelaksanaan Piala Soeratin 2026 ini adalah komitmen kami untuk terus menyelenggarakan kompetisi berjenjang bagi kelompok umur pesepakbola di Sumbar. Ini agenda rutin, tapi tujuannya luar biasa,” ujar Hendra Dupa.
Menurutnya, kehadiran Piala Soeratin bukan hanya soal mencari juara. Turnamen ini menjadi wadah penting untuk mendidik dan membentuk talenta-talenta muda berbakat dalam dunia sepakbola.
“Kami berharap dari lapangan ini akan lahir pemain-pemain masa depan asal Sumbar yang bisa mengharumkan nama daerah, bahkan Indonesia,” tambahnya.
Hendra juga menekankan pentingnya pembinaan usia dini. Melalui kompetisi terstruktur seperti Piala Soeratin, para pemain muda bisa ditempa mental, fisik, dan teknik bertanding sejak dini untuk peningkatan skill bermain dengan menjunjung tinggi sportifitas. usia dini.
Melalui kompetisi terstruktur seperti Piala Soeratin, para pemain muda bisa ditempa mental, fisik, dan teknik bertanding sejak dini untuk peningkatan skill bermain dengan menjunjung tinggi sportifitas. (sal)



Tinggalkan Balasan