Rangkuman Utama
  • Dekranasda Kota Padang resmi menutup Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Membatik 2026 yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi peserta melalui penciptaan usaha baru bermotif khas Minangkabau.
  • Pelatihan intensif yang berlangsung selama 31 pertemuan ini didukung penuh oleh APBD Kota Padang 2026, termasuk penyediaan bantuan biaya transportasi bagi seluruh peserta.
  • Program tersebut langsung membuahkan hasil nyata di sektor industri dengan adanya permintaan perekrutan para lulusan oleh sejumlah unit usaha batik lokal di Kota Padang.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG, NUSATIME— Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Membatik Tahun 2026 secara resmi ditutup di Sekretariat Dekranasda Kota Padang, Kamis (20/8/2026). Penutupan ini menjadi pijakan awal bagi para peserta untuk mentransformasikan keterampilan teknis membatik menjadi lini usaha mandiri yang produktif.

Dorong Kemandirian Ekonomi dan Inovasi Motif Minangkabau

Ketua Dekranasda Kota Padang, dr. Dian Puspita Fadly Amran, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran panitia, instruktur, dan narasumber. Menurutnya, peserta telah melewati proses komprehensif mulai dari pengenalan bahan dan peralatan, pembuatan pola, mencanting, hingga pewarnaan.

Dian menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan pelatihan ini tidak berhenti pada kepemilikan sertifikat atau produk yang dihasilkan selama kegiatan, melainkan pada keberanian peserta membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja baru.

“Jangan berhenti hanya sampai mendapatkan sertifikat. Kalian dikatakan berhasil apabila keterampilan yang diperoleh ini dapat menghasilkan sumber penghasilan dan bahkan membuka lapangan kerja. Teruslah berlatih, tingkatkan kualitas, manfaatkan media sosial untuk promosi, dan bangun kerja sama,” ujar Dian.

Ia juga berpesan agar para alumni pelatihan terus berinovasi mengeksplorasi ketelitian batik tanpa menghilangkan kekayaan budaya serta identitas Minangkabau. Kemauan untuk belajar dan keberanian mencoba dianggap jauh lebih menentukan dibanding besarnya modal awal.

31 Pertemuan Intensif dan Langsung Dilirik Industri Lokal

Kepala Disnakerin sekaligus Ketua Harian Dekranasda Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy, menjelaskan bahwa pelatihan intensif ini berlangsung selama 31 kali pertemuan dengan durasi delapan jam pada setiap sesinya.

Guna mendukung kelancaran kegiatan, setiap peserta dibekali bantuan biaya transportasi sebesar Rp2.635.000 yang bersumber dari APBD Kota Padang Tahun 2026. Langkah ini diambil agar seluruh peserta dapat fokus menyerap materi tanpa terbebani biaya perjalanan.

Dampak positif dari program ini pun mulai dirasakan secara nyata. Sejumlah unit usaha batik lokal di Kota Padang dilaporkan telah mengajukan permintaan untuk merekrut para lulusan pelatihan tersebut.

“Alhamdulillah, ada beberapa tempat usaha batik yang sudah meminta para peserta pelatihan kita. Pelatihan ini tidak hanya sebatas membekali teori, tetapi sudah mulai membuahkan hasil nyata dengan melahirkan wirausaha-wirausaha baru,” pungkas Ferri. (**)