PADANG, NUSATIME.ID — Wajah Stadion H. Agus Salim di Kota Padang tengah bersiap menyambut babak baru melalui proyek pembangunan ulang (redevelopment) yang dikerjakan oleh kolaborasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya, yakni PT Hutama Karya (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Proyek revitalisasi stadion kebanggaan masyarakat Minangkabau ini tidak hanya diharapkan menghadirkan fasilitas olahraga yang modern dan estetik, tetapi juga menuntut standar kualitas konstruksi yang tinggi serta komitmen penyelesaian yang tepat waktu agar tidak bernasib sama seperti sejumlah proyek infrastruktur olahraga lain di Indonesia yang mangkrak.

Pentingnya pengawasan ketat dan mutu konstruksi ini disuarakan oleh berbagai kalangan, termasuk pemerhati sepak bola Kota Padang, M. Arif. Ia mengingatkan agar renovasi total salah satu ikon olahraga di Sumatra Barat ini dikerjakan secara serius dan profesional.

“Mudah-mudahan tidak mangkrak seperti stadion-stadion lain di Indonesia. Ini adalah satu-satunya stadion utama di Kota Padang, jadi jangan sampai mangkrak,” ujar M. Arif di sela-sela peninjauan proyek tersebut.

Perhatian khusus terhadap kualitas pembangunan ini juga disampaikan oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus tokoh asal Sumatra Barat, Dony Oskaria, saat melakukan kunjungan peninjauan ke lokasi proyek.

Memiliki ikatan emosional tersendiri dengan stadion tersebut sejak masa kecilnya 43 tahun silam, Dony menitipkan pesan penting kepada pihak kontraktor pelaksana agar pengerjaan proyek tidak dilakukan secara asal-asalan. Mengingat letak geografis Sumatra Barat yang berada di kawasan rawan bencana gempa bumi, aspek ketahanan struktur menjadi harga mati.

“Struktur bangunan harus benar-benar kokoh, tahan gempa, dan dikerjakan dengan presisi tinggi,” tegas Dony dalam kunjungannya.

Ia menekankan bahwa target pembangunan ini bukan sekadar menghadirkan kemegahan visual semata. Lebih dari itu, Stadion H. Agus Salim diproyeksikan menjadi warisan (legacy) infrastruktur olahraga berkualitas tinggi yang dapat dinikmati dan dimanfaatkan hingga 100 tahun mendatang oleh generasi penerus di Sumatra Barat.

Kekhawatiran publik agar Stadion H. Agus Salim terhindar dari nasib mangkrak bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah proyek stadion di berbagai daerah di Indonesia sempat menjadi sorotan publik akibat terkatung-katung penyelesaiannya.

Beberapa proyek stadion di tanah air yang sempat mengalami hambatan pengerjaan atau mangkrak di antaranya, Stadion Utama Riau, Stadion Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, Stadion Barombong (mMakassar, Sulawesi Selatan, Stadion Hambalang Bogor, Jawa Barat

Belajar dari berbagai pengalaman pahit tersebut, publik dan pemerhati olahraga di Sumatra Barat berharap sinergi antara Hutama Karya, Adhi Karya, serta dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah dapat mengawal proyek GOR H. Agus Salim hingga tuntas sesuai jadwal. Kehadiran stadion yang aman, representatif, dan tahan gempa ini sangat dinantikan untuk kembali menggeliatkan prestasi persepakbolaan daerah di kancah nasional. (**)