PADANG, NUSATIME.ID — Karpet merah menuju Olimpiade 2028 mulai digelar dari ombak Punta Rocas, Peru. Pada Rabu (28/10), Tim Nasional Surfing Indonesia resmi bertolak melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, membawa misi besar membela panji Merah Putih di ajang ISA World Surfing Games.

Di antara barisan atlet terbaik tanah air, terselip nama Kya Jo Heuer, peselancar muda berbakat yang menjadi tumpuan masa depan selancar ombak Sumatera Barat. Bersama Jazmine Michele Studer dan Hanasuri Jabrik, Kya akan berjuang di kategori ShortboardPuteri. Di kategori Shortboard Putera, nama-nama tangguh seperti Rio Waida, I Made Fajar Aryana, dan Dhany Widianto siap menantang ombak dunia.

Keberangkatan skuad Garuda ini tak main-main. Pendampingan ketat diberikan langsung oleh Sekjen PB PSOI Tipi Jabrik serta duet pelatih nasional, Dylan Amarta dan Alex Hontaria Pena, demi memastikan kesiapan fisik dan taktik para atlet.

Dukungan mengalir hangat dari ranah Minang. Ketua PSOI Sumbar, Harry Algamar, meyakini bahwa keterlibatan Kya di level dunia bukan sekadar partisipasi, melainkan pijakan penting menuju mimpi yang lebih besar.

“Kya adalah representasi masa depan selancar ombak Sumatera Barat. Kami mendoakan dan mendukung penuh perjuangannya di Peru agar mampu meraih prestasi tertinggi dan melangkah hingga ke Olimpiade 2028,” ungkap Harry optimis.

Kini, perjuangan menaklukkan ombak ganas Samudra Pasifik di Peru segera dimulai. Di atas papan selancar, enam putra-putri terbaik bangsa siap mengukir sejarah baru bagi dunia olahraga Indonesia. (**)