JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan. Menurutnya, program tersebut merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang mengalami kelaparan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam peresmian Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026), yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menegaskan keinginannya agar seluruh rakyat Indonesia hidup sejahtera dan terbebas dari kemiskinan maupun kelaparan.
“Saya ingin Indonesia hebat, saya ingin Indonesia rakyatnya makmur, saya tidak ingin lihat rakyat miskin, saya tidak ingin lihat anak-anak lapar, MBG kita teruskan!” tegas Prabowo.
Namun di balik pelaksanaan program tersebut, Prabowo mengakui masih ada oknum yang diduga memanfaatkan MBG untuk kepentingan pribadi, termasuk melakukan praktik korupsi.

“Kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang menyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ,” kata Prabowo.
Karena itu, ia meminta seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, camat hingga kepala desa untuk aktif mengawasi operasional dapur MBG di wilayah masing-masing. Jika menemukan dugaan penyimpangan, mereka diminta segera melaporkannya kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) atau langsung kepada Presiden.
“Maka saya minta, Gubernur, Bupati, Camat, Kades boleh memeriksa semua dapur MBG, saudara periksa, laporkan ke Kepala BGN, kalau perlu lapor ke saya. Gampang lapor di TikTok langsung kirim tim untuk selesaikan. Nggak usah susah-susah nomer telepon ini,” tegasnya.
Prabowo juga melibatkan aparat penegak hukum dalam pengawasan pelaksanaan MBG. Ia mempersilakan jajaran TNI dan Polri melakukan pemeriksaan, namun mengingatkan agar pengawasan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
“Dandim, Kapolres, Kapolsek silakan periksa, yang artinya baik, jangan manggil-manggil mau ngerjain, jangan! Saya sudah lama jadi orang Indonesia, manggil-manggil minta setoran. Rakyat awasi, rakyat sekarang tidak bodoh,” katanya.
Presiden menilai masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga transparansi program MBG. Dengan perkembangan teknologi, masyarakat dapat melaporkan setiap dugaan penyimpangan yang ditemukan.
“Rakyat sekarang tidak bodoh, rakyat sekarang punya gadget, tetapi memang kalau orang mau nyolong ada saja,” ujarnya.
Kunjungan kerja Prabowo ke NTB disambut antusias masyarakat yang memadati kawasan Bendungan Meninting.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo tidak hanya meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, tetapi juga empat bendungan lainnya secara serentak, yakni Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, serta Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar.
Kelima bendungan tersebut dibangun pada periode 2018 hingga 2025 dengan total nilai investasi mencapai Rp9,79 triliun. (fix)



Tinggalkan Balasan