- Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia resmi menghentikan impor solar mulai Juli 2026 seiring dengan peluncuran program biodiesel B50 yang memanfaatkan 50 persen kandungan kelapa sawit domestik.
- Pemerintah tengah mengembangkan bensin berbasis kelapa sawit serta bahan bakar etanol dari singkong, jagung, dan sorgum, dengan target produksi dalam skala besar dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
- Kebijakan pengembangan bahan bakar nabati ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal sekaligus mendukung agenda swasembada nasional di sektor energi dan pangan.
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tidak lagi mengimpor solar mulai Juli 2026 setelah pemerintah menjalankan program biodiesel B50. Bahan bakar tersebut mencampurkan 50 persen produk kelapa sawit ke dalam solar.
Prabowo menyampaikan pernyataan itu saat berpidato dalam Puncak Hari Koperasi Nasional ke-79 di GBK, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.
“Mulai bulan ini, kita tidak impor lagi solar dari luar negeri,” kata Prabowo.
Ia mengatakan peluncuran B50 dilakukan beberapa hari sebelum perayaan Hari Koperasi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan energi dari luar negeri sekaligus memperluas pasar kelapa sawit dalam negeri.
“Solar 50 persen dari kelapa sawit. Petani kelapa sawit ada di Indonesia. Minyak kelapa sawit di Indonesia,” ujarnya.

Prabowo juga mengatakan para peneliti sedang mengembangkan bensin berbahan kelapa sawit. Pemerintah turut mendorong produksi etanol dari singkong, jagung, dan sorgum.
Ia menargetkan dalam tiga hingga empat tahun Indonesia mampu menghasilkan bensin dari tanaman dalam jumlah lebih besar.
“Saya harap dalam tiga sampai empat tahun lagi kita juga bisa menghasilkan bensin dari tanaman,” katanya.
Menurut Prabowo, pengembangan bahan bakar nabati dapat membuka sumber penghasilan baru bagi petani. Permintaan terhadap kelapa sawit, singkong, jagung, dan sorgum akan meningkat bila bahan baku tersebut digunakan untuk energi.
Ia mengaitkan kebijakan itu dengan agenda swasembada pangan dan energi. Prabowo mengklaim Indonesia telah menghentikan impor pangan dan mulai mengekspor sejumlah komoditas pada tahun pertama pemerintahannya.
“Kita sudah swasembada pangan. Kita tidak impor pangan lagi, kita ekspor,” ujarnya.
Prabowo tidak memerinci jumlah impor solar yang dihentikan maupun kapasitas produksi B50. Namun, ia menegaskan pemerintah akan terus memperbesar penggunaan sumber daya dalam negeri untuk mengurangi pembelian energi dari luar. (**)



Tinggalkan Balasan