- DPR RI mengusulkan mekanisme baru penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan kartu ATM khusus siswa guna meningkatkan efisiensi dan transparansi distribusi.
- Melalui skema transfer langsung, dana bantuan sebesar Rp15.000 per hari akan dikirim langsung ke rekening siswa untuk memotong birokrasi logistik makanan yang panjang.
- Usulan ini dinilai memiliki keunggulan dalam memangkas biaya operasional dapur umum, menghemat anggaran pegawai, serta memberikan fleksibilitas konsumsi sesuai ketersediaan pangan lokal.
JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melemparkan wacana baru terkait mekanisme penyaluran program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Guna meningkatkan efisiensi dan transparansi, muncul usulan agar setiap siswa penerima manfaat dibekali dengan kartu ATM MBG khusus.
Melalui sistem ini, dana bantuan operasional makan sebesar Rp15.000 per hari akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing siswa. Langkah ini dinilai dapat memotong jalur birokrasi yang panjang dalam distribusi logistik makanan.
Alasan di Balik Usulan ATM MBG
Anggota dewan menilai bahwa skema transfer langsung (cash transfer) ini memiliki beberapa keunggulan utama dibandingkan dengan pengelolaan dapur umum terpusat di setiap wilayah.
Pangkas Biaya Operasional: Pemerintah tidak perlu lagi direpotkan dengan urusan logistik memasak sekala besar di tingkat satuan pendidikan atau desa.
Efisiensi Anggaran Pegawai: Menghilangkan beban anggaran untuk merekrut, mengelola, dan memberi gaji pegawai dapur khusus MBG.
Fleksibilitas Konsumsi: Siswa atau orang tua murid dapat menggunakan dana tersebut untuk membeli makanan bergizi yang sesuai dengan preferensi dan ketersediaan pangan lokal di sekitar mereka. (**)




Tinggalkan Balasan