PADANG, NUSATIME.ID— Pemerintah Kota Padang terus menggenjot percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengantisipasi persoalan banjir.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang Malvi Hendri, meninjau langsung progres pengerjaan jalan dan drainase di Kecamatan Koto Tangah pada Jumat (4/9/2026).

Peninjauan diawali di lokasi pengerjaan jalan menuju Pasir Jambak, Kelurahan Pasie Nan Tigo. Akses sepanjang 2,5 kilometer dengan lebar 5,5 meter dan bahu jalan masing-masing 1 meter ini dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) beranggaran kontrak Rp9,4 miliar.

Jalur strategis yang menghubungkan kawasan perguruan tinggi dan objek wisata Pantai Pasir Jambak tersebut kini telah mencapai progres fisik 95,6 persen. Pengerjaan akhir berupa pengecoran bahu jalan serta pembuatan marka diproyeksikan rampung sepenuhnya pada pertengahan September 2026.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke proyek pembangunan saluran drainase di Pasar Tunggul Hitam, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam. Pengerjaan drainase baru yang terbagi dalam tiga ruas, masing-masing sepanjang 410 meter, 139 meter, dan 45 meter ini didanai melalui Transfer ke Daerah (TKD).

Penanggulangan Bencana sebesar Rp1,9 miliar. Sebagai bagian dari implementasi Master Plan Drainase Kota Padang, pengerjaan fasilitas pengendalian banjir ini ditargetkan selesai pada 9 Desember 2026.

Wali Kota Fadly Amran menegaskan bahwa peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh proyek berjalan sesuai target dan memenuhi standar kualitas. Ia menekankan pentingnya akses Jalan Pasir Jambak dalam membuka peluang investasi pariwisata dan lapangan kerja baru, sembari mengimbau warga untuk menjaga fasilitas umum tersebut dari bangunan liar.

Sementara itu, untuk drainase Pasar Tunggul Hitam, Fadly berharap penataan ini dapat segera mengatasi persoalan genangan air dan memperlancar aliran sungai tanpa mengganggu aktivitas perekonomian warga di sekitar pasar. (**)